Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sri Lanka Meningkat Menjadi 123, 130 Orang Masih Hilang

Kolombo, Purna Warta – Korban tewas akibat banjir besar dan tanah longsor yang disebabkan oleh Siklon Ditwah di Sri Lanka meningkat menjadi 123, dengan 130 orang masih hilang, kata pihak berwenang, Sabtu.

Baca juga: Peru Nyatakan Keadaan Darurat Terkait Lonjakan Migran dari Chili

Hampir 44.000 orang telah mengungsi dan berada di tempat penampungan sementara, kata pusat penanggulangan bencana negara Asia Selatan itu, AP melaporkan.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat. Unggahan media sosial pada hari Sabtu menunjukkan beberapa daerah yang terdampak tanah longsor semalam yang belum dijangkau oleh pihak berwenang.

Sri Lanka telah dilanda cuaca buruk sejak pekan lalu. Kondisi memburuk pada hari Kamis, dengan hujan lebat yang membanjiri rumah, ladang, dan jalan, serta memicu tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan tengah penghasil teh.

Pemerintah menutup sekolah dan kantor serta menunda ujian.

Sebagian besar waduk dan sungai meluap, menghalangi jalan. Pihak berwenang menghentikan kereta penumpang dan menutup jalan di banyak wilayah negara itu setelah batu, lumpur, dan pohon tumbang di jalan dan rel kereta api.

Pada hari Jumat, air yang mengalir ke hilir dari daerah yang terdampak parah mulai menggenangi daerah di sekitar ibu kota, Kolombo, yang curah hujannya relatif lebih rendah.

Pihak berwenang mengatakan bahwa Ditwah, yang terbentuk di laut timur Sri Lanka, kemungkinan akan bergerak menuju pantai selatan India pada hari Minggu. Sri Lanka diperkirakan akan mengalami hujan pada hari Sabtu, dengan badai diperkirakan akan melewati wilayah utara negara itu.

Baca juga: Trump dan Maduro Berbicara melalui Telepon Rahasia

Negara tetangga India mengirimkan dua tim pencarian dan penyelamatan, yang terdiri dari 80 penyelamat, dan mengirimkan bantuan untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung, ungkap kedutaan besar negara itu di Kolombo pada hari Sabtu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *