Warga Pro Palestina di New York Kutuk Serangan Israel di Rafah

Warga Pro Palestina di New York Kutuk Serangan Israel di Rafah

New York, Purna Warta Ratusan demonstran pro-Palestina menentang hujan deras di Kota New York untuk mengutuk serangan udara mematikan yang dilakukan rezim Israel terhadap kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

Demonstrasi tersebut diadakan pada hari Senin tak lama setelah sedikitnya 50 warga Palestina tewas dalam serangan terhadap apa yang disebut sebagai zona aman bagi para pengungsi di kota Gaza.

Baca Juga : Perlawanan Irak Serang Situs Militer Israel di Eilat

Usai berbaris melewati New York, para peserta berkumpul di bawah payung di Zuccotti Park.

Mereka terdengar meneriakkan, “Perlawanan dibenarkan ketika rakyat diduduki, ketika rakyat dijajah.”

Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, korban jiwa akibat serangan Israel termasuk perempuan dan anak-anak, banyak di antaranya “dibakar hidup-hidup” di dalam tenda mereka.

Korban tewas akibat serangan udara Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di kota Rafah yang dipenuhi pengungsi di Jalur Gaza selatan meningkat menjadi sedikitnya 50 orang.

Baca Juga : Penjabat Menteri Luar Negeri Iran Desak Elit Muslim Memberikan Tekanan Terhadap Israel Untuk Akhiri Kebrutalan di Gaza

Juga pada hari Senin, UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB, mengatakan dalam sebuah pesan di platform media sosial X bahwa gambar mayat yang hangus dan terbunuh di Rafah adalah bukti lain bahwa Gaza adalah “neraka di bumi.”

Rafah menjadi tempat perlindungan terakhir bagi warga Gaza, yang melarikan diri dari dampak perang genosida yang dilakukan rezim Israel pada Oktober lalu.

Lebih dari 36.000 warga Palestina telah tewas dalam perang yang dilancarkan setelah Badai Al-Aqsa, sebuah operasi pembalasan yang dilakukan oleh gerakan perlawanan di wilayah pesisir.

Baca Juga : Perlawanan Irak Serang Pangkalan Udara Israel

Mahkamah Internasional, pengadilan tertinggi PBB, telah memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya di kota Rafah di selatan Gaza.

Serangan brutal militer Israel terhadap Gaza terus berlanjut, meskipun ada keputusan terpisah yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional yang menuntut rezim tersebut untuk menahan diri dari tindakan genosida dan menghentikan serangannya terhadap Rafah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *