USS Abraham Lincoln Menghadapi Pengawasan Karena Penempatan Berkepanjangan Menimbulkan Kekhawatiran Terhadap Kondisi Awak

Washington, Purna Warta  – Komandan Komando Pusat AS (Centcom) Laksamana Brad Cooper mengunjungi USS Abraham Lincoln pada hari Sabtu ketika kapal induk tersebut menghadapi pengawasan yang semakin ketat atas penempatannya yang berkepanjangan dan kondisi yang memburuk di atas kapal.

Maskapai ini tetap dikerahkan di Timur Tengah selama lebih dari 260 hari sejak bulan November, namun kepulangannya tertunda melampaui tanggal akhir yang diharapkan pada bulan Mei.

Centcom mengatakan kunjungan Cooper adalah bagian dari tur regional 10 hari yang mencakup Bahrain, Irak, Palestina yang diduduki, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

“Lincoln Carrier Strike Group adalah tim kuat yang terdiri dari orang-orang Amerika berprestasi yang berdiri tegak dengan kebanggaan yang besar dan beralasan atas segala sesuatu yang telah mereka capai,” kata Cooper, seraya menambahkan bahwa “Sejarah akan mencatat pengerahan ini sebagai salah satu pengerahan yang paling intens secara operasional dan berdampak pada era modern.”

Pengerahan yang berkepanjangan ini telah meningkatkan kekhawatiran atas kondisi yang dihadapi sekitar 5.000 pelaut dan marinir di kapal induk tersebut.

Para kru awalnya diperkirakan akan kembali ke negaranya pada bulan Mei, namun penjabat Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao mengatakan pengerahan tersebut diperpanjang karena misi tersebut “menuntutnya”.

Cooper sebelumnya mengunjungi Lincoln pada bulan Februari bersama Utusan Khusus AS untuk Misi Perdamaian Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump Jared Kushner, ketika Centcom mengatakan kapal induk tersebut berada di wilayah tersebut untuk “mendukung keamanan dan stabilitas maritim.”

Kapal induk tersebut kemudian menarik perhatian publik menyusul laporan kondisi kapal yang memburuk, termasuk hujan berjamur dan makanan busuk, serta laporan bahwa beberapa pelaut berusaha melompat dari kapal induk.

Cao mengumumkan pada hari Jumat bahwa Lincoln akan kembali ke negaranya sebagai bagian dari rotasi yang direncanakan, dengan USS George Washington menggantikannya.

Dia menolak laporan tentang kondisi di dalam kapal induk tersebut, dan mengklaim bahwa liputan media berusaha untuk menggambarkan “pejuang kita sebagai korban.”

Sementara itu, Partai Demokrat di Kongres telah melakukan penyelidikan terhadap kondisi fisik dan mental kru serta tanggapan pemerintah federal terhadap masalah yang dilaporkan.

Senator Ruben Gallego (D-Ariz.) pada hari Kamis juga bergabung dengan seruan Senator Richard Blumenthal (D-Conn.) untuk kunjungan resmi bipartisan ke maskapai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *