Trump Dievakuasi Setelah Penembakan di Acara White House Correspondents’ Dinner

Trump g

Washington, Purna Warta – Donald Trump dievakuasi dari acara White House Correspondents’ Dinner (WHCA) setelah laporan tentang suara tembakan memicu respons cepat dari Secret Service.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istrinya, Melania, dievakuasi dari acara White House Correspondents’ Dinner setelah laporan suara tembakan memicu respons cepat dari Secret Service.

Insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu, sekitar 30 menit setelah acara makan malam dimulai, tepat ketika para tamu sedang disajikan hidangan pembuka.

Para peserta melaporkan mendengar serangkaian suara keras; sebagian menggambarkannya sebagai suara tembakan, sementara yang lain mengira itu suara piring pecah, sebelum petugas keamanan bergerak masuk.

White House Correspondents’ Association pada awalnya mengindikasikan bahwa acara mungkin akan dilanjutkan, tetapi dalam waktu satu jam, sebagian besar ruangan telah kosong. Organisasi tersebut kemudian mengatakan bahwa acara makan malam itu akan dijadwalkan ulang.

Gangguan tersebut mempersingkat acara Correspondents’ Dinner yang memang sudah tidak biasa. Acara itu menandai pertama kalinya Trump menghadiri kegiatan tersebut sebagai presiden, tanpa pembawa acara komedian tradisional.

Sebaliknya, pesulap mentalis Oz Pearlman sedang tampil dan berinteraksi dengan Trump serta Melania saat insiden itu terjadi.

Acara tersebut berlangsung di Hotel Washington Hilton, tempat yang sama di mana Presiden Ronald Reagan ditembak pada tahun 1981.

Berbicara dari Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa tersangka “menerjang” pos pemeriksaan keamanan dengan membawa beberapa senjata api dari jarak sekitar 50 kaki sebelum berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum.

Trump mengonfirmasi bahwa satu petugas tertembak dalam insiden itu, tetapi terlindungi oleh rompi antipeluru dan diperkirakan akan berada dalam kondisi baik.

Didampingi para pejabat termasuk Direktur FBI Kash Patel dan Jaksa Agung sementara Todd Blanche, Trump mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dengan pihak berwenang melaksanakan surat perintah penggeledahan dan bekerja sama lintas berbagai lembaga, termasuk polisi setempat, aparat penegak hukum federal, dan Secret Service.

Para pejabat belum mengonfirmasi motif penyerangan, tetapi Trump mengisyaratkan bahwa dirinya mungkin menjadi target penembakan tersebut.

Menurut laporan media, tersangka telah diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, pria berusia 31 tahun dari Torrance, California.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *