Washington, Purna Warta – Para pengguna media sosial di Amerika Serikat mempertanyakan apakah “insiden penembakan di Hotel Hilton”—tempat berlangsungnya jamuan makan malam Trump bersama para koresponden Gedung Putih tadi malam—hanyalah sebuah pertunjukan sandiwara besar? Jika benar demikian, apa tujuan di baliknya?
Laporan menyebutkan bahwa insiden ini, setelah beberapa menit pertama berlalu, memicu gelombang keraguan, pertanyaan, dan tanda tanya besar di kalangan pengguna media sosial di Amerika Serikat. Pertanyaan yang terus berulang adalah: “Jika kejadian ini merupakan pertunjukan besar yang direkayasa, apa tujuan yang ingin dicapai Trump darinya?”
Apakah Trump ingin memanfaatkannya untuk kepentingan pemilu paruh waktu yang akan datang di Amerika? Ataukah ia berniat menggunakannya melawan Iran atau negara lain?
Berikut beberapa indikasi yang menurut sebagian pihak membuat insiden ini tampak seperti sebuah pertunjukan yang dilakukan oleh Trump:
Menjelang pemilihan presiden sebelumnya, terjadi insiden serupa namun jauh lebih berbahaya, ketika sebuah peluru melintas sangat dekat di telinga Trump.
Trump disebut memperoleh keuntungan besar dari insiden tersebut dalam kampanye pemilihannya.
Sebagian orang mengatakan bahwa insiden kali ini mungkin juga direncanakan demi kepentingan pemilu paruh waktu.
Disebutkan bahwa Leavitt, juru bicara Gedung Putih, sebelum acara dimulai mengatakan: “Malam ini kita juga akan mengalami penembakan!”
Dalam kondisi yang seharusnya sangat kritis dan sensitif dari sisi keamanan, Trump justru mengunggah cuitan yang menggambarkan dirinya sebagai pahlawan pemberani, bahkan mengumumkan kesiapannya untuk tetap berada di acara tersebut.
Berita ini mencerminkan spekulasi dan dugaan yang beredar di media sosial, sementara hingga saat ini belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwa insiden tersebut direkayasa.


