Washington, Purna Warta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat cemoohan keras dari sebagian penonton saat acara penyerahan trofi Piala Dunia FIFA 2026.
Trump dicemooh pada hari Minggu dalam laga final Piala Dunia FIFA antara Argentina dan Spanyol ketika ia menyerahkan trofi kepada tim Spanyol setelah kemenangan mereka 1-0 atas lawannya.
Trump diminta untuk menyingkir oleh para pemenang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Kapten Spanyol, Rodrigo Hernández Cascante, yang lebih dikenal sebagai Rodri, mengarahkan Trump agar meninggalkan panggung sebelum upacara pengangkatan trofi Piala Dunia dimulai. Namun, Trump menolak pergi dan tetap berdiri dengan canggung di sisi podium utama, sementara cemoohan dan siulan bergema di seluruh stadion. Pada akhirnya, setelah terjadi percakapan singkat antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Trump, tuan rumah acara itu akhirnya mengalah dan meninggalkan panggung yang disaksikan oleh miliaran penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Trump menghabiskan sebagian besar masa jabatan keduanya dengan mengkritik Spanyol terkait besaran belanja pertahanan NATO dan penolakan negara tersebut untuk mengizinkan pasukan Amerika menggunakan pangkalan militer Spanyol dalam perang agresi yang disebut sebagai perang ilegal AS-Israel terhadap Iran. Ia juga menyebut orang-orang Latino secara umum, dan warga Spanyol secara khusus, sebagai “pecundang” (losers).
Presiden Amerika itu juga melabeli Spanyol sebagai negara yang “tidak memiliki harapan” (hopeless), mengejek masyarakat Latino sebagai “orang-orang yang buruk” (bad people), serta sempat mengancam akan menghentikan seluruh perdagangan barang dengan Madrid.
Di pihak lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez telah menjadi salah satu pengkritik keras kebijakan luar negeri Trump yang agresif selama hampir dua tahun.
Sánchez dan Trump sama-sama hadir dalam pertandingan final tersebut dan duduk di area VIP stadion.
Namun, kedua negara Barat yang memiliki sejarah panjang perselisihan teritorial itu tampaknya masih berselisih mengenai berbagai isu, mulai dari pengeluaran pertahanan NATO hingga kebijakan militer Amerika Serikat di Asia Barat, Amerika Latin, dan kawasan lainnya.
Madrid juga mengecam operasi militer Washington di Venezuela dengan memperingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat tersebut membahayakan kedaulatan, hukum internasional, dan sumber daya alam negara itu.


