Teheran, Purna Warta – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Memorandum of Understanding (MoU) yang diumumkan oleh Teheran dan Washington pada Senin pagi akan mengakhiri perang di semua lini, termasuk Lebanon.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin malam, sekretariat SNSC mengatakan bahwa Republik Islam, di bawah bimbingan Pemimpin syahid Ayatollah Sayid Ali Khamenei, arahan Pemimpin saat ini Ayatollah Sayid Mojtaba Khamenei, dukungan tak tergoyahkan dari rakyat Iran, dan upaya tak kenal lelah dari angkatan bersenjata negara tersebut, telah menyelesaikan periode negosiasi yang sulit dan intensif.
Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai perundingan akhir perang (pembicaraan Islamabad) antara Iran dan Amerika Serikat diselesaikan pada malam tanggal 15 Juni, bunyi pernyataan itu.
“Berdasarkan perjanjian yang dicapai, perang dan operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, segera diakhiri secara permanen. Selain itu, blokade laut terhadap Iran dihentikan segera dan sepenuhnya.”
Sekretariat SNSC menambahkan, MoU tersebut akan ditandatangani secara resmi pada Jumat, 19 Juni, menurut laporan Press TV.
Pembicaraan menuju kesepakatan akhir akan ditunda sampai pihak lain melaksanakan komitmennya berdasarkan memorandum, kata sekretariat.
Pernyataan tersebut menyatakan terima kasih kepada Pakistan dan Qatar atas upaya mediasi mereka.
Pengumuman tersebut menyusul konfirmasi sebelumnya dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Presiden AS Donald Trump menyambut baik perkembangan platform Truth Social miliknya dan mengizinkan pencabutan blokade.
Upacara penandatanganan akan berlangsung di Swiss.


