Ratusan Orang Berunjuk Rasa di Peru Menentang Calon Presiden Sayap Kanan

Lima, Purna Warta – Ratusan orang berunjuk rasa di jalan-jalan ibu kota Peru, Lima, pada hari Sabtu untuk memprotes calon presiden sayap kanan Keiko Fujimori, delapan hari sebelum pemilihan putaran kedua di negara Amerika Selatan tersebut.

Protes di Lima dimulai di Lapangan San Martin dan berlanjut melalui pusat kota bersejarah, melewati depan gedung Kongres.

Di bawah spanduk “Keiko Keluar, Fujimori Tidak Akan Pernah Lagi,” para demonstran yang damai memegang tanda-tanda dengan slogan-slogan menentang calon tersebut dan mendiang ayahnya, mantan presiden Peru Alberto Fujimori, seperti yang diamati oleh seorang jurnalis AFP.

Di barisan depan pawai terdapat kerabat korban pelanggaran hak asasi manusia selama masa kepresidenan Fujimori senior antara tahun 1990 dan 2000.

“Keiko mewakili ketidakadilan dan ketakutan. Keiko Fujimori seharusnya tidak menjadi presiden karena, bagi kami, dia adalah ancaman. Jika dia menang, itu akan seperti pemilihan yang curang,” kata Irma Cayo, 30, kepada AFP.

Selain protes di Lima, ada demonstrasi di kota Arequipa dan Huancayo.

Pemilihan putaran kedua pada 7 Juni diperkirakan akan sama panasnya dengan pemilihan tahun 2021, yang juga melibatkan Fujimori melawan Pedro Castillo yang berhaluan kiri, yang memenangkan pemilihan tetapi dicopot dari jabatannya pada Desember 2022.

Putaran pertama pemungutan suara pada 12 April menampilkan rekor 35 kandidat yang bersaing untuk kursi kepresidenan, dengan Fujimori akhirnya memperoleh 17,1 persen suara, sementara Pedro Sanchez yang berada di urutan kedua memperoleh 12 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *