Raksasa Media AS Paramount Blacklist Artis yang Mengkritik Genosida Israel di Gaza

paramound

Washington, Purna Warta – Laporan terbaru mengungkap bahwa Paramount Global, raksasa media massa dan hiburan multinasional asal Amerika Serikat, mempertahankan daftar hitam internal terhadap figur industri hiburan yang mereka labeli sebagai “antisemit.” Istilah tersebut diterapkan terhadap setiap artis yang mendukung Palestina atau mengecam genosida yang tengah berlangsung oleh Israel di Gaza.

Baca juga: Aktivis Jerman Gembok Diri di Rel Kereta sebagai Protes atas Penjualan Senjata ke Israel

Majalah Variety pada Selasa melaporkan bahwa CEO baru Paramount, David Ellison, bergerak untuk memutus seluruh hubungan dengan gerakan pro-Palestina atau anti-Israel.

Untuk tujuan tersebut, perusahaan telah memberhentikan eksekutif yang kritis terhadap Israel dan menolak bekerja sama dengan artis atau figur publik mana pun yang memandang tindakan rezim pendudukan di Gaza sebagai genosida.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, raksasa media itu menyatakan bahwa pihaknya “tidak sependapat dengan upaya boikot sineas Israel yang belakangan muncul,” dengan klaim bahwa “membungkam seniman kreatif individual tidak memajukan pemahaman maupun mewujudkan perdamaian.”

Pernyataan tersebut menyusul inisiatif Film Workers for Palestine, yang didukung lebih dari 4.000 aktor dan sutradara internasional — termasuk Emma Stone, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, Javier Bardem, dan Olivia Colman — yang mengumumkan boikot terhadap institusi film Israel yang dinilai berperan “dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.”

Kolektif itu menolak karakterisasi yang dilakukan Paramount, menegaskan bahwa komitmen mereka menyasar institusi, bukan artis individual.

“Kami berharap studio tidak sengaja menyalahartikan komitmen ini dalam upaya membungkam rekan-rekan kami di industri film,” kata mereka.

David Ellison, putra miliarder Oracle Larry Ellison, mengambil alih kendali Paramount pada Oktober setelah merger senilai USD 8 miliar dengan Skydance.

Baca juga: Hamas Serahkan Jenazah Perwira Israel ‘Hadar Goldin’ kepada Palang Merah

Keluarga Ellison memiliki kedekatan dengan Perdana Menteri Israel — sekaligus buronan kejahatan perang — Benjamin Netanyahu.

Keluarga itu juga diketahui sebagai donatur terbesar bagi “Friends of the IDF”, organisasi berbasis AS yang mendanai angkatan bersenjata Israel.

Selama bertahun-tahun, keluarga Ellison menyelaraskan kekayaan mereka dengan agenda perang AS dan Israel, dengan dukungan finansial maupun politik kepada rezim pendudukan.

Oracle — salah satu korporasi mereka — baru-baru ini berupaya mengambil alih kendali atas algoritma TikTok AS melalui kesepakatan yang didukung Donald Trump, yang memindahkan operasi aplikasi tersebut dari perusahaan China ByteDance kepada investor Amerika.

Perusahaan itu akan membangun ulang algoritma “dari nol” dan mengelola seluruh data pengguna AS melalui jaringan cloud miliknya, langkah yang dipuji kelompok lobi Zionis sebagai upaya menangkal apa yang mereka sebut “antisemitisme daring.”

David Ellison juga tengah mengejar akuisisi Warner Bros. Discovery yang — apabila terwujud — akan menempatkan sejumlah media hiburan dan berita terbesar di Amerika Serikat di bawah satu kepemimpinan yang secara terbuka pro-Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *