Aktivis Jerman Gembok Diri di Rel Kereta sebagai Protes atas Penjualan Senjata ke Israel

Jerman

Berlin, Purna Warta – Puluhan aktivis di Jerman menggembok tubuh mereka pada rel kereta di Pelabuhan Hamburg, Jerman utara, untuk menyuarakan kemarahan atas ekspor senjata pemerintah ke Israel sekaligus menyoroti kekejaman rezim pendudukan terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Baca juga: Hamas Serahkan Jenazah Perwira Israel ‘Hadar Goldin’ kepada Palang Merah

Sekitar 40 demonstran ikut dalam aksi tersebut, memblokir jalur kereta yang menghubungkan terminal peti kemas Eurogate dan Burchardkai. Dengan menduduki rel kereta selama beberapa jam, kelompok itu berhasil menghentikan pergerakan angkutan barang.

Jule Fink, juru bicara kelompok aktivis, menyatakan bahwa aksi pembangkangan sipil yang mereka lakukan adalah bentuk solidaritas terhadap Palestina.

“Jelas bahwa rezim Israel telah lama melakukan kejahatan perang di Palestina. Ini adalah genosida, dan pemerintah Jerman secara aktif terlibat. Jerman terus mengekspor senjata ke Israel melalui pelabuhannya. Mengapa masyarakat Hamburg membiarkan pelabuhan mereka digunakan untuk pengiriman senjata?” ujarnya.

Demi alasan keamanan, jaringan listrik 15.000 volt di atas rel dinonaktifkan selama aksi berlangsung.

Jerman menyetujui ekspor senjata ke Israel senilai 326,5 juta euro (363,5 juta dolar) tahun lalu, termasuk peralatan dan persenjataan militer. Angka tersebut mengalami lonjakan signifikan — sekitar sepuluh kali lipat dibandingkan pagu 2022 — berdasarkan data Kementerian Ekonomi yang berwenang mengeluarkan izin ekspor.

Baca juga: Kondisi Tidak Manusiawi Warga Palestina di Penjara Mengerikan Israel: Apa yang Kita Ketahui tentang Penjara “Rackfit”

Persetujuan menurun tahun ini, dengan hanya 14,5 juta euro (16,1 juta dolar) yang disetujui antara Januari hingga 21 Agustus, menurut data Kementerian Ekonomi dalam jawaban atas pertanyaan parlemen.

Dari angka tersebut, kategori “senjata perang” hanya mewakili 32.449 euro (36.016 dolar).

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 69.160 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Agresi tersebut juga telah menyebabkan pengungsian sebagian besar dari 2,3 juta penduduk, memicu krisis kelaparan, serta mengarah pada genosida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *