Jerman Isyaratkan Peran Arktik Lebih Besar Usai Pernyataan Trump soal Greenland

Jerman Isyaratkan Peran Arktik Lebih Besar Usai Pernyataan Trump soal Greenland

Berlin, Purna Warta Pemerintah Jerman menyatakan kesiapan untuk mengambil peran yang lebih besar di kawasan Arktik menyusul pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemungkinan pengambilalihan Greenland. Pernyataan Trump tersebut memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Berbicara dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Islandia di Reykjavik, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan niat Berlin untuk memperluas keterlibatannya di Arktik, seraya secara tegas menolak ancaman Trump terhadap wilayah otonom Denmark yang kaya sumber daya mineral itu.

“Keamanan di Arktik semakin penting dan merupakan bagian dari kepentingan bersama kita di NATO,” kata Wadephul. Ia menambahkan bahwa jika Amerika Serikat mengkhawatirkan potensi ancaman dari kapal atau kapal selam Rusia dan China di kawasan tersebut, negara-negara NATO dapat mencari solusi bersama.

Namun demikian, Wadephul menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland dan Denmark. Pernyataan ini menegaskan dukungan Jerman terhadap kedaulatan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri warga Greenland.

Medvedev Sindir Trump

Di tengah meningkatnya ketegangan, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev melontarkan sindiran terhadap Trump. Ia memperingatkan bahwa warga Greenland dapat saja memilih bergabung dengan Rusia jika Trump tidak segera bertindak untuk “mengamankan” pulau Arktik tersebut, demikian dilaporkan kantor berita Interfax.

“Trump perlu bergerak cepat. Berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi, dalam beberapa hari ke depan bisa saja terjadi referendum mendadak, di mana seluruh 55.000 penduduk Greenland memilih bergabung dengan Rusia,” ujar Medvedev, mantan presiden Rusia, dengan nada sarkastik. Ia menambahkan, “Kalau itu terjadi, tak akan ada bintang baru di bendera Amerika Serikat.”

Pernyataan Medvedev muncul di tengah sorotan internasional terhadap Greenland, yang semakin dipandang strategis karena letak geografisnya dan kekayaan sumber daya alamnya.

Trump Kembali Dorong Penguasaan Greenland

Trump kembali mengintensifkan upaya untuk mengamankan kendali atas Greenland, dengan alasan Amerika Serikat perlu menguasai pulau tersebut guna mencegah pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik. Presiden AS menilai lokasi strategis dan sumber daya alam Greenland penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat, pandangan yang ditolak keras oleh Denmark dan pemerintah Greenland.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil Greenland “dengan satu cara atau cara lainnya.” Ia memperingatkan bahwa Rusia atau China akan “mengambil alih” jika Washington tidak bertindak.

“Jika kita tidak mengambil Greenland, Rusia atau China akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi,” kata Trump, meskipun tidak ada klaim resmi dari kedua negara atas wilayah tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Greenland seharusnya menyetujui kesepakatan karena tidak ingin melihat Rusia atau China mengambil alih pulau itu.

Trump turut meremehkan kemampuan pertahanan Greenland dengan menyebutnya hanya memiliki “dua kereta luncur anjing,” sementara Rusia dan China, menurutnya, memiliki kapal perusak dan kapal selam di berbagai wilayah.

Denmark Tegaskan Sikap

Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan Greenland. “Ada konflik mengenai Greenland. Ini adalah momen yang menentukan,” ujar Frederiksen dalam debat dengan para pemimpin politik Denmark menjelang pertemuannya di Washington.

Dalam unggahan di media sosial, Frederiksen menegaskan bahwa Denmark siap membela nilai-nilainya di mana pun, termasuk di Arktik. Ia menekankan keyakinan Denmark pada hukum internasional serta hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *