Inkonsistensi AS dalam Pengerahan Pasukan Merusak Kepercayaan Polandia

Warsawa, Purna Warta – Pernyataan AS yang kontradiktif mengenai pembatalan rencana pengerahan pasukan Amerika ke Polandia telah menyebabkan “guncangan politik dan psikologis besar” di Warsawa, lapor Politico, mengutip sebuah kawat diplomatik Amerika.

“Reaksi emosional yang dominan adalah rasa pengkhianatan, terutama mengingat karakterisasi publik berulang kali tentang Polandia oleh Presiden Trump sebagai sekutu Amerika yang paling dapat diandalkan dan berkomitmen di Eropa,” kata kawat tersebut, yang ditandatangani oleh duta besar AS untuk Polandia Tom Rose, seperti dilaporkan TASS.

Menurut surat kabar tersebut, kawat tersebut menekankan inkonsistensi pernyataan Amerika, dimulai dengan mantan presiden AS Joe Biden, yang menjadi bagian dari masalah yang muncul. “Pengerahan rotasi tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pangkalan permanen, tetapi kenyataan itu tidak pernah dikomunikasikan secara konsisten atau efektif kepada publik,” dokumen tersebut menunjukkan.

Akibatnya, kehadiran sementara pasukan telah dianggap sebagai jaminan keamanan semi-permanen. Skandal politik yang terjadi kemudian dapat mempercepat penyebaran narasi anti-Amerika di kawasan tersebut dan memicu penolakan terhadap sistem persenjataan Amerika.

Sebelumnya, Washington mengumumkan penarikan 5.000 pasukan dari Jerman sebagai bagian dari kontingennya yang berjumlah 38.000 orang dan pembatalan rotasi yang direncanakan sebanyak 4.000 pasukan ke Polandia. Kemudian, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan mengerahkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia. Ia menyebutkan keberhasilan pemilihan presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, sebagai alasan keputusannya. Sebelumnya, Gedung Putih telah melaporkan bahwa AS mungkin akan mengurangi kehadiran militernya di Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *