Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan Amerika Serikat dan rezim Zionis bertanggung jawab atas kerusuhan kekerasan di Iran yang menimbulkan kerusakan material dan korban jiwa yang besar awal bulan ini.
Dalam komentarnya pada pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, yang diadakan di Teheran pada hari Minggu, Araqchi mengatakan kerusuhan teroris yang terjadi di Iran pada 8-10 Januari, yang mengalihkan pertemuan damai masyarakat dan mengakibatkan kerusakan besar, jelas diprovokasi oleh campur tangan asing.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan AS dan rezim Israel bertanggung jawab langsung atas kejahatan yang dilakukan di tengah kerusuhan di Iran.
Fakta bahwa AS membuat ancaman serangan militer terhadap Iran bersamaan dengan kejahatan yang dilakukan oleh unsur-unsur teroris terhadap rakyat Iran menunjukkan keterlibatan badan intelijen dan keamanan Amerika dan Israel dengan para perusuh dan teroris dengan tujuan mengganggu keamanan di Iran dan kawasan yang lebih luas, tambahnya.
Araqchi juga menyerukan kewaspadaan semua negara di kawasan untuk menangani secara bertanggung jawab ancaman yang ditimbulkan oleh campur tangan jahat dalam urusan internal negara-negara.
Sementara itu, Fuad Hussein memuji hubungan yang baik antara Baghdad dan Teheran, menekankan bahwa Irak percaya bahwa keamanan dan ketenangan di Irak, Iran, dan negara-negara regional lainnya terintegrasi.
Irak akan melakukan segala upaya untuk membantu melindungi perdamaian dan keamanan regional, tambahnya, menolak campur tangan asing dalam urusan domestik negara-negara dan mendesak komitmen terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB.
Kedua menteri juga membahas kerja sama dalam memerangi terorisme dan memastikan keamanan perbatasan bersama.
Mereka juga membahas kondisi regional, tindakan agresi tanpa henti rezim Zionis terhadap Palestina, Lebanon, dan Suriah, serta tren destabilisasi terhadap negara-negara Muslim seperti Somalia dan Yaman.


