Ankara, Purna Warta – Pemerintah Turki akan memasok helikopter tempur T129 Atak kepada militer Somalia sebagai bagian dari perjanjian pertahanan selama 10 tahun yang telah ditandatangani awal tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Ankara untuk memperkuat militer Somalia dan menghadapi ancaman terorisme, khususnya dari kelompok ekstremis al-Shabaab.
Helikopter tersebut akan digunakan dalam operasi kontra-terorisme melawan al-Shabaab, kelompok militan yang masih sangat aktif di kawasan Tanduk Afrika. Selain pengiriman alat tempur, kesepakatan ini juga mencakup pelatihan, pemberian perlengkapan, serta pendampingan taktis bagi pasukan bersenjata Somalia. Ini menjadi langkah penting dalam membangun kemampuan udara negara yang selama ini minim infrastruktur pertahanan.
Baca Juga : Tragedi di India: 11 Tewas dalam Perayaan Royal Challengers
T129 Atak merupakan helikopter serang multi-peran bermesin ganda buatan Turkish Aerospace Industries, dirancang untuk misi pengintaian dan serangan cepat. Penempatan helikopter ini di Somalia menunjukkan keseriusan Turki dalam memperluas pengaruhnya di kawasan, sekaligus memperkuat kapasitas militer sekutu strategisnya. Pejabat pertahanan Turki menyatakan bahwa kerja sama ini juga melibatkan perlindungan personel Turki dan proyek ekonomi di Somalia.
Kesepakatan Energi Perkuat Hubungan Bilateral
Tak hanya soal militer, Turki dan Somalia juga menandatangani perjanjian eksplorasi dan produksi hidrokarbon yang memberi izin bagi Turkish Petroleum Corporation untuk beroperasi di perairan Somalia. Ini memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dan menunjukkan bahwa Ankara melihat Somalia sebagai mitra jangka panjang, baik dalam aspek keamanan maupun energi.
Dalam satu dekade terakhir, Turki secara konsisten meningkatkan pengaruhnya di Afrika lewat bantuan pembangunan infrastruktur, kerja sama militer, dan upaya diplomatik. Ankara juga memainkan peran penting dalam menjadi mediator antara Somalia dan Ethiopia, serta mendukung dialog antara pemerintah pusat Somalia dan wilayah semi-otonom Somaliland.
Pasukan Turki Tiba di Mogadishu
Pada April lalu, Turki mulai mengirimkan pasukan darat ke Mogadishu sebagai bagian dari implementasi kerja sama pertahanan. Sebanyak 500 tentara Turki tiba menggunakan dua pesawat militer, dan direncanakan akan ditempatkan di wilayah Middle Shabelle dan Lower Shabelle — daerah yang baru-baru ini kembali diserang oleh al-Shabaab.
Baca Juga : Musk Klaim Trump Takkan Menang Pilpres 2024 Tanpa Dukungannya
Laporan menyebutkan bahwa kelompok al-Shabaab telah menguasai wilayah luas di kedua daerah tersebut dan mulai mendekati ibu kota. Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai stabilitas nasional. Menurut sumber dari Ethiopian Observer, total pasukan Turki yang akan dikerahkan bisa mencapai 5.000 tentara.


