Kairo, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan tingkat keterlibatan politik dan, yang lebih penting, tingkat kepercayaan antara Iran dan Mesir “belum pernah terjadi sebelumnya.”
Baca juga: Jubir Iran: Tiga Pulau di Teluk Persia adalah Bagian yang Tak Terpisahkan dari Wilayah Iran
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah posting berbahasa Arab di X, seraya menambahkan bahwa ia senang bisa kembali ke Kairo. “Saya mengadakan pertemuan yang sangat penting dengan Presiden Abdel Fattah El-Sisi dan Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty,” tulisnya.
Ia mengatakan bahwa setelah bertahun-tahun, diplomasi antara Iran dan Mesir telah memasuki fase baru, yang ditandai dengan tingkat kerja sama politik dan kepercayaan yang luar biasa.
Sebagai dua kekuatan regional yang berpengaruh dengan peradaban kuno, kata Araghchi, Iran dan Mesir berbagi tanggung jawab untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan ketenangan di kawasan tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa ia makan malam dengan beberapa tokoh Mesir terkemuka, termasuk mantan menteri luar negeri Amr Moussa, Nabil Fahmy, dan Mohamed Orabi. “Kami melakukan diskusi yang sangat bermanfaat,” tambahnya.
Memimpin delegasi tingkat tinggi, Araghchi tiba di Kairo pada Minggu malam dalam perjalanan pertama ke dua negara, yang juga akan membawanya ke Beirut.
Selama pertemuan dengan El-Sisi pada hari Senin, diplomat tinggi Iran memuji konsultasi dan kerja sama yang “bermanfaat dan konstruktif” antara kedua negara “penting” tersebut, dengan mengatakan kedua pihak harus melanjutkan interaksi.
Dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Mesir pada hari Senin, Araghchi mengatakan tidak ada halangan bagi peningkatan hubungan antara Iran dan Mesir, seraya menambahkan bahwa kedua negara memainkan peran penting dalam membangun perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.


