Purna Warta – Amir Ghalenoei mengungkapkan kekecewaannya setelah Timnas Iran diminta segera meninggalkan Amerika Serikat usai laga melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut datang hanya beberapa jam setelah pertandingan yang berakhir imbang 2-2.
Iran sebenarnya berencana menginap semalam di California untuk menjalani proses pemulihan setelah pertandingan. Namun, skuad Team Melli justru diminta segera kembali ke kamp latihan mereka di Tijuana, Meksiko.
Laga melawan Selandia Baru berlangsung di Inglewood, California, pada Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Iran harus berjuang keras mengejar ketertinggalan dua kali sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol Mohammad Mohebbi pada menit ke-64.
Situasi yang dihadapi Iran menambah daftar tantangan yang mereka alami sepanjang persiapan menuju Piala Dunia 2026. Sejumlah staf penting tim juga tidak dapat mendampingi skuad karena masalah visa masuk ke Amerika Serikat.
Ghalenoei mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang memerintahkan Iran untuk segera meninggalkan Amerika Serikat. Ia menilai keputusan tersebut sangat merugikan proses pemulihan pemain setelah pertandingan.
Menurut pelatih Iran itu, timnya semula dijadwalkan tetap berada di California hingga keesokan hari. Rencana tersebut berubah setelah muncul instruksi mendadak pasca pertandingan.
“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk memulihkan kondisi. Setelah pertandingan hari ini, mereka mengatakan kepada kami, ‘Kalian harus segera pergi’,” ujar Ghalenoei.
“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami diminta naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana. Kami benar-benar terganggu oleh hal itu,” lanjut Ghalenoei.


