Teheran, Purna Warta – Wakil menteri luar negeri Iran mengatakan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Wakil Presiden AS J.D. Vance akan mewakili pihak masing-masing pada penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan AS di Swiss dalam beberapa hari mendatang.
Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa di sela-sela pertemuan antara Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi dan para duta besar serta kepala misi luar negeri di Teheran, Majid Takht Ravanchi mengatakan sesi tersebut memberikan kesempatan untuk menjelaskan isi MoU antara Iran dan AS.
Dia mengatakan diskusi selama pertemuan tersebut menyoroti ketentuan terkait penghentian perang dan pendudukan di Lebanon, upaya rekonstruksi, dan kompensasi atas kerusakan. Takht Ravanchi juga mengatakan bahwa memorandum tersebut membahas masalah pembekuan aset Iran, yang menurut Teheran telah diblokir secara tidak sah dan diyakini harus dapat diakses kembali.
Menurut wakil menteri luar negeri, perjanjian tersebut juga mencakup ketentuan mengenai Selat Hormuz dan pencabutan blokade, dan menambahkan bahwa pelonggaran pembatasan telah menjadi salah satu tuntutan lama Iran dan telah dimulai sebelum penandatanganan.
Ia mencatat bahwa Swiss akan menjadi tuan rumah upacara penandatanganan tersebut, meskipun tempat dan format pasti penandatanganannya, termasuk apakah akan dilakukan secara elektronik, belum diselesaikan.
Takht Ravanchi menambahkan bahwa babak baru perundingan akan dimulai segera setelah memorandum ditandatangani, dengan menyebutkan bahwa Qalibaf dan J.D. Vance akan hadir pada acara tersebut.
Dia mengatakan salah satu ketentuan perjanjian tersebut menyerukan diakhirinya operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, dan menyatakan bahwa AS telah berkomitmen untuk memastikan penghentian permusuhan.
Dia juga mencatat bahwa perundingan pasca-penandatanganan akan bergerak ke arah isu-isu terkait nuklir, termasuk pengayaan, cadangan nuklir, dan persyaratan nuklir Iran di masa depan, meskipun diskusi rinci mengenai hal-hal tersebut belum dimulai.


