Purna Warta – Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle kabinet. Dalam gelombang pertama perubahan, Prabowo mencopot Dito Ariotedjo dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Langkah ini otomatis membuka kursi kosong di kementerian yang membawahi urusan kepemudaan dan olahraga.
Baca juga: Jose Mourinho Resmi Jadi Pelatih Benfica yang Baru
Nama Erick Thohir lantas dipilih sebagai pengganti Dito. Erick, yang saat ini menjabat Ketua PSSI, resmi dilantik sebagai Menpora di Istana Negara pada hari Rabu (17/9) siang WIB.Erick Thohir langsung menorehkan catatan sejarah baru. Ia akan menyamai jejak Maladi, tokoh olahraga Indonesia yang juga pernah menjabat Ketua PSSI sebelum akhirnya dipercaya sebagai Menpora di era Presiden Soekarno.
Erick Thohir bukanlah sosok asing di dunia olahraga Indonesia. Sejak Januari 2021, ia dipercaya memimpin PSSI dan membawa berbagai perubahan di tubuh federasi. Di masa kepemimpinannya, sepak bola Indonesia mengalami sejumlah momen penting, termasuk langkah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kini, perjalanan karier Erick berpotensi menembus panggung politik lebih tinggi. Resmi dilantik sebagai Menpora, ia akan menjadi figur kedua setelah Maladi yang meniti jalur serupa: dari Ketua PSSI ke kursi Menpora.
Kondisi ini tentu menghadirkan harapan baru, bahwa sepak bola dan olahraga Indonesia secara keseluruhan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tingkat kebijakan nasional.
Maladi adalah sosok serba bisa dalam sejarah Indonesia. Ia aktif sebagai pejuang kemerdekaan dengan memimpin Tentara Pelajar dalam Serangan Umum Empat Hari di Solo. Setelah masa perang usai, Maladi menekuni dunia olahraga dan seni.
Baca juga: Target Tinggi Emil Bersama Timnas Indonesia
Ia tercatat sebagai Ketua Umum PSSI periode 1950–1959, bahkan pernah menjadi penjaga gawang tim nasional. Di sisi lain, Maladi juga seorang seniman musik keroncong dengan karya legendaris seperti Di Bawah Sinar Bulan Purnama dan Nyiur Hijau.
Karier Maladi kemudian merambah dunia politik. Ia dipercaya menjadi Menteri Penerangan (1959–1962) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (1964–1966).


