Purna Warta – Spanyol memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya mampu bermain imbang melawan debutan Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H.
Banyak pihak sebelumnya memperkirakan La Roja akan melewati pertandingan ini dengan nyaman. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan cerita yang berbeda. Spanyol tampil tanpa Lamine Yamal dan Nico Williams sejak menit pertama. Ketiadaan dua pemain sayap tersebut membuat permainan menyerang mereka kehilangan daya ledak.
Meski mencatatkan nilai expected goals sebesar 2,29 dan menciptakan sejumlah peluang bersih, Spanyol gagal mencetak gol. Penampilan gemilang kiper veteran Vozinha menjadi salah satu alasan utama kegagalan mereka membongkar pertahanan lawan.
Masuknya Yamal pada babak kedua juga belum mampu mengubah keadaan. Tanjung Verde akhirnya merayakan satu poin bersejarah yang akan dikenang dalam perjalanan sepak bola mereka.
1. Ketergantungan pada Lamine Yamal Semakin Jelas
Rencana awal Spanyol adalah mengembalikan kebugaran Lamine Yamal dan Nico Williams secara bertahap setelah keduanya pulih dari cedera. Namun hasil laga pertama ini bisa membuat pendekatan tersebut berubah.
Spanyol tetap mampu mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Akan tetapi, mereka kehilangan sosok yang mampu menciptakan perbedaan melalui aksi individu di sepertiga akhir lapangan.
2. Belajar dari Pengalaman Juara Dunia 2010
Hasil imbang ini memang mengecewakan bagi Spanyol. Namun sejarah menunjukkan bahwa awal yang kurang mulus tidak selalu berakhir buruk di Piala Dunia.
Pada edisi 2010 di Afrika Selatan, Spanyol juga mengalami kejutan ketika kalah dari Swiss pada pertandingan pertama. Kekalahan tersebut sempat memunculkan keraguan terhadap kemampuan mereka untuk melangkah jauh.
Akan tetapi, tim asuhan Vicente del Bosque saat itu mampu bangkit dengan memenangi enam laga berikutnya. Mereka bahkan hanya kebobolan satu gol tambahan sebelum akhirnya mengangkat trofi juara dunia.


