Purna Warta – Real Madrid harus menerima kekalahan dari Atletico Madrid dengan skor 2-5 . Xabi Alonso memasuki derby pertamanya sebagai pelatih Real Madrid dengan rasa optimisme yang membumbung tinggi. Enam kemenangan beruntun di awal musim membuat para pengamat mulai membicarakan kemungkinan meraih rekor 100 poin di La Liga.
Baca juga: Pimpin Milan di Lini Tengah, Modric Gacor di Usia 40 Tahun
Namun seluruh harapan tersebut hancur berkeping-keping di Stadion Metropolitano. Real Madrid mengalami penghinaan dengan kekalahan 2-5 dari Atletico Madrid, hasil terburuk mereka dalam derby selama hampir 75 tahun.
Kekalahan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan tentang dominasi total yang ditunjukkan lawan. Tim muda besutan Alonso tampak tak berdaya menghadapi intensitas tinggi yang dibawa pasukan Diego Simeone.
Hasil mengejutkan ini menjadi tamparan keras bagi proyek pembaruan Alonso di Santiago Bernabeu. Konsep taktik modern dan skuad yang dipenuhi talenta muda, yang selama ini terlihat gemilang, kali ini runtuh di hadapan kenyataan pahit kompetisi level tinggi.
Alonso berani menurunkan salah satu skuad termuda dalam sejarah Real Madrid di laga derby yang penuh emosi. Dean Huijsen (20 tahun), Alvaro Carreras (22 tahun), Arda Guler (20 tahun), dan Franco Mastantuono (18 tahun) semuanya diberikan kepercayaan tampil dalam pertarungan bergengsi ini.
Para pemain muda tersebut menjadi simbol filosofi baru Alonso yang menekankan pada kecepatan, fleksibilitas, dan keberanian. Sebelumnya, Madrid memang tampil meyakinkan dengan meraih tujuh kemenangan beruntun tanpa banyak kelemahan yang terlihat.
Akan tetapi, atmosfer derby memiliki dinamika yang sama sekali berbeda. Ketegangan tinggi, tekanan mental, dan agresivitas tinggi dari Atletico membuat sistem permainan Madrid berantakan total.
“Kami kurang intensitas dan tidak bersaing dengan baik,” akui Alonso setelah laga berakhir. Pernyataan jujur ini mencerminkan kekecewaan mendalam atas performa anak asuhnya.
Huijsen dan Carreras, yang didatangkan dengan investasi total 90 juta pounds, terlihat gugup dan kehilangan arah. Mereka beberapa kali salah mengambil posisi dan gagal membaca pergerakan pemain lawan dengan baik.
Guler yang awalnya tampil brilian dengan menyumbang satu assist dan satu gol malah menjadi biang petaka. Pelanggaran cerobohnya di kotak penalti memberikan hadiah penalti untuk Atletico di momen krusial.


