Purna Warta – Pernahkah melihat foto seorang anak kecil yang matanya terlihat menyala putih (seperti mata kucing) saat terkena lampu flash kamera? Di dunia medis, kondisi ini bukan hal mistis, melainkan salah satu tanda utama dari retinoblastoma, yaitu jenis kanker mata yang paling sering menyerang anak-anak, khususnya balita di bawah usia 5 tahun.
Meski terdengar menakutkan, kabar baiknya adalah kanker jenis ini termasuk salah satu yang memiliki peluang sembuh sangat tinggi jika dideteksi sejak dini. Yuk, pelajari bersama apa penyebabnya dan bagaimana cara penanganannya!
Mengenal Retinoblastoma
Dilansir dari Healthline, retinoblastoma adalah kanker langka yang tumbuh di area retina, yaitu lapisan sensitif cahaya yang berada di bagian belakang mata. Lapisan retina ini berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak agar kita bisa melihat gambar.
Mengapa Retinoblastoma Bisa Terjadi?
Penyebab utama dari retinoblastoma adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel mata anak. Mutasi ini membuat sel kehilangan kendali untuk berhenti tumbuh. Secara umum, kondisi ini dibagi menjadi dua tipe:
– Tipe Genetik (Inheritable): Data dari American Cancer Society menyebut, sekitar sepertiga kasus retinoblastoma terjadi karena faktor keturunan atau mutasi gen yang terjadi sejak awal perkembangan janin. Anak yang mengalami tipe ini biasanya terkena kanker di kedua belah matanya (bilateral) dan berisiko menurunkannya lagi ke anak-cucu mereka kelak.
Retinoblastoma Bisa Sembuh dengan Cara Ini
Pengobatan untuk retinoblastoma tergantung pada ukuran tumor, lokasinya, dan apakah kanker sudah menyebar ke luar mata atau belum. Dokter spesialis mata anak biasanya akan bekerja sama dengan tim onkologi untuk memilih kombinasi terapi terbaik.
Berikut adalah beberapa metode penyembuhannya:
– Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan khusus untuk membunuh atau mengecilkan ukuran tumor. Obat bisa diberikan lewat pembuluh darah tubuh atau disuntikkan langsung ke pembuluh darah yang mengarah ke mata (terapi yang lebih target).


