3 Penyakit Muncul akibat Kemarau Basah

Purna Warta – Penyakit kemarau basah tidak muncul secara tiba-tiba melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Fenomena ini dipicu oleh perubahan iklim global seperti La Nina dan diperkuat oleh dampak pemanasan global. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami kemarau basah pada pertengahan 2025.3

Baca juga: Inilah Penyebab Telinga Sakit setelah Menggunakan Headset yang Lama

Meski terdengar tidak separah musim hujan berkepanjangan, kemarau basah membawa sejumlah risiko kesehatan yang tak boleh diabaikan. Beberapa penyakit yang umum muncul di kondisi kemarau basah ini antara lain demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga penyakit kulit akibat infeksi jamur dan bakteri. Genangan air, kelembapan tinggi, serta perubahan suhu ekstrem menjadi pemicu utama meningkatnya kasus-kasus tersebut di masyarakat.

Penyakit yang sering muncul saat kemarau basah

1.        DBD (demam berdarah deangue) : Diakibatkan oleh banyaknya genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk  Aedes aegypti berkembang biak.

2.        Leptospirosis: Penyakit yang ditularkan melalui air atau lumpur yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.

3.        Diare dan Penyakit Pencernaan keterkaitan jumlah hujan, suhu, dan kelembapan yang terjadi. Pada musim hujan, penyakit bakteri dan parasit biasanya meningkat, sedangkan diare virus lebih umum pada musim kemarau ketika suhu rendah.

4.        Penyakit Kulit (Infeksi Jamur & Bakteri) Kelembapan tinggi menyebabkan mudahnya bakteri berkembang biak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *