Purna Warta – Gejala Gerd salah satu penyakit yang sering dialami seseorang jika ia telat makan dan suka menunda-nunda sehingga memunculkan berbagai reaksi.
Refluks gastroesofageal atau GERD adalah kondisi di mana asam lambung berulang kali mengalir kembali ke dalam saluran yang menghubungkan mulut dan lambung, yang disebut esofagus. Aliran balik ini dikenal sebagai refluks asam, dan dapat mengiritasi lapisan esofagus.
Kondisi GERD pun perlu ditangani dengan baik lantaran bisa menyebabkan risiko hingga komplikasi yang membahayakan. Bila gaya hidup tak dijaga, tentu berbagai risiko penyakit bisa membayangkan tubuh Anda.
1. Kerusakan pada Esofagus
Risiko kerusakan pada esofagus juga bisa terjadi bila GERD tak dikelola dengan baik. Saat asam lambung naik kembali, ia memasuki esofagus, saluran yang menghubungkan mulut ke lambung. Hal ini dapat memicu esofagitis.
Asam lambung mengiritasi lapisan esofagus, menyebabkannya membengkak. Peradangan ini disebut esofagitis, yang dapat menyebabkan nyeri saat menelan.
2. Meningkatnya Risiko Kanker Esofagus
Risiko selanjutnya ialah kanker esofagus. Mengidap GERD sedikit meningkatkan kemungkinan Anda terkena kanker jenis ini.
Mengidap esofagus Barrett juga dapat meningkatkan kemungkinan kanker esofagus, terutama pada kasus Barrett segmen panjang.
Gejala kanker jenis ini, seperti kesulitan menelan dan nyeri dada, tidak muncul hingga penyakit mencapai stadium lanjut. Saat itulah penyakit ini menjadi lebih sulit diobati.
3. Asma dan Masalah Pernapasan
Asma dan nyeri ulu hati sering kali terjadi bersamaan. Penelitian telah menemukan bahwa sekitar 30% hingga 80% pasien asma juga memiliki gejala GERD.
Salah satu kemungkinan penjelasan tentang hubungan antara GERD dan asma adalah asam yang naik dari lambung masuk ke saluran udara.


