Terungkap Foto-Foto Baru Epstein; Trump dan Tokoh Berpengaruh AS Terlihat di Properti Investor Ternama Tersebut

Trump

Washington, Purna Warta – Foto-Foto Baru Epstein Terungkap ; Trump dan Tokoh Berpengaruh AS Terlihat di Properti Investor Ternama Tersebut. Menurut laporan media-media Amerika Serikat pada Jumat, foto-foto tersebut menampilkan sejumlah tokoh ternama, di antaranya Presiden AS Donald Trump, mantan Presiden Bill Clinton, Steve Bannon, Bill Gates, Richard Branson, serta nama-nama lainnya. Banyak dari figur tersebut sebelumnya memang diketahui memiliki hubungan dengan Epstein, namun foto-foto ini dinilai dapat mengungkap dimensi baru dari relasi tersebut.but

Baca juga: Kampanye Rahasia Netanyahu untuk Menghalangi Penjualan F-35 ke Arab Saudi dan Turki

CNN melaporkan bahwa sebanyak 19 foto telah dipublikasikan. Menurut Komite Pengawasan DPR AS, foto-foto itu diperoleh dari properti milik Epstein dan menunjukkan bahwa ia pada masa lalu memiliki hubungan dengan spektrum luas individu yang berpengaruh dan berkuasa—hubungan yang kini berada di bawah sorotan publik.

Salah satu foto menampilkan sebuah mangkuk berisi perlengkapan seksual dengan gambar kartun Trump. Foto lain memperlihatkan Trump berdiri bersama enam perempuan yang mengenakan kalung bunga, dengan wajah para perempuan tersebut disamarkan oleh komite.

Foto-foto baru lainnya menunjukkan Steve Bannon dan Epstein sedang berswafoto di depan cermin, Bill Clinton bersama Epstein dan Ghislaine Maxwell, serta Bill Gates berdampingan dengan mantan Pangeran Andrew. Nama lain yang terlihat dalam foto-foto tersebut termasuk mantan Presiden Universitas Harvard Larry Summers dan pengacara Alan Dershowitz.

Puluhan Foto Tambahan Dirilis

Setelah publikasi awal 19 foto, Partai Demokrat kembali merilis 70 foto tambahan. Banyak di antaranya merupakan sudut pandang berbeda dari foto-foto sebelumnya yang diambil di pulau pribadi Epstein, termasuk gambar sebuah ruangan dengan kursi dokter gigi dan topeng-topeng di dinding. Sebagian foto lainnya menampilkan Epstein sendiri.

Komite Pengawasan DPR AS menegaskan bahwa tidak satu pun dari foto yang dirilis menunjukkan tindakan seksual kriminal atau keberadaan anak perempuan di bawah umur.

Abigail Jackson, Wakil Juru Bicara Gedung Putih, menyatakan bahwa Demokrat DPR “secara selektif merilis foto-foto tersebut dan melakukan penyensoran secara acak untuk membangun narasi yang keliru.”

Jackson juga menyinggung sejumlah politisi Demokrat yang sebelumnya disebut dalam dokumen terkait Epstein, termasuk Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dan anggota DPR Stacey Plaskett. Plaskett diketahui pernah bertukar pesan dengan Epstein dalam sebuah sidang kongres pada 2019.

Disebutkan pula bahwa sebuah kelompok konsultan Demokrat pernah menanyakan kepada Epstein apakah ia bersedia menghadiri jamuan penggalangan dana bersama Jeffries pada Maret 2013. Jeffries menyatakan tidak memiliki ingatan terkait pesan tersebut.

Jackson menambahkan, “Narasi Demokrat terhadap Presiden Trump telah berulang kali dibantah. Pemerintahan Trump justru telah melakukan lebih banyak hal bagi para korban Epstein dibanding Demokrat, termasuk mendorong transparansi, merilis ribuan halaman dokumen, dan meminta penyelidikan lebih lanjut terhadap rekan-rekan Demokrat Epstein.”

Komite yang dipimpin Partai Republik memperoleh foto-foto tersebut dari properti Epstein sebagai bagian dari penyelidikan mereka. Hingga kini, komite tersebut telah merilis puluhan ribu dokumen, email, dan catatan komunikasi yang berasal dari aset Epstein dan membuka jalur penyelidikan baru.

Baca juga: Suporter Maccabi Tel Aviv Lantunkan Ujaran Kebencian dan Lakukan Gestur Nazi Saat Pertandingan Sepak Bola

Pengacara pengelola aset Epstein, dalam surat kepada komite, menyatakan kesiapan untuk meninjau video dan foto yang diminta dari seluruh properti yang dimiliki, disewa, atau digunakan Epstein sejak 1 Januari 1990 hingga 10 Agustus 2019.

Baru Seperempat dari Total Foto yang Ditelaah

Anggota senior Demokrat Komite Pengawasan DPR, Robert Garcia, mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa foto-foto yang dirilis tersebut “penting.” Ia menambahkan bahwa Demokrat baru menelaah sekitar seperempat dari total 95 ribu foto yang diserahkan.

“Saya pikir apa pun yang kami rilis itu penting. Publik berhak menilai sendiri apa yang mereka lihat dalam foto-foto ini. Bagi kami, ini soal transparansi,” ujar Garcia.

Ia juga menegaskan, “Sudah saatnya penutupan informasi oleh Gedung Putih diakhiri dan keadilan ditegakkan bagi para penyintas Jeffrey Epstein serta teman-teman berpengaruhnya.”

Menurut Garcia, “Foto-foto yang meresahkan ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang Epstein dan hubungannya dengan sejumlah pria paling berkuasa di dunia. Kami tidak akan berhenti sampai rakyat Amerika mengetahui kebenarannya. Departemen Kehakiman harus segera merilis seluruh berkas.”

Tuduhan Balik terhadap Demokrat

Seorang juru bicara komite menuduh Demokrat melakukan “pemilihan foto secara sengaja dan penyensoran untuk membangun narasi keliru tentang Trump,” seraya menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada satu pun dokumen yang menunjukkan pelanggaran hukum oleh Trump.

“Kami menerima lebih dari 95 ribu foto, namun Demokrat hanya merilis segelintir. Tipu daya dan manuver Demokrat terhadap Presiden Trump sepenuhnya terbantahkan. Tidak ada satu pun bukti pelanggaran dalam dokumen yang kami terima,” ujar juru bicara tersebut.

Ia menambahkan bahwa “sangat memalukan” bahwa Garcia dan Demokrat tetap mengedepankan kepentingan politik di atas keadilan bagi para penyintas.

Trump, Clinton, dan Gates tidak pernah didakwa atas tuduhan pidana yang berkaitan dengan Epstein. Clinton tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran apa pun terkait Epstein, dan juru bicaranya berulang kali menyatakan bahwa ia telah memutus hubungan dengan Epstein sebelum penangkapan federal pada 2019 serta tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein.

Juru bicara Bill Gates juga berulang kali membantah bahwa Epstein pernah bekerja untuk Gates. Gates sebelumnya menyatakan penyesalan atas pertemuannya dengan Epstein dan pada 2021 mengatakan kepada CNN, “Menghabiskan waktu dengannya dan memberinya legitimasi adalah kesalahan besar.”

Hubungan Trump dengan Epstein diketahui secara luas, di mana keduanya pernah berada dalam lingkaran sosial yang sama di Manhattan dan Palm Beach. Trump dan timnya sebelumnya menggambarkan Epstein sebagai “individu bermasalah” yang dikeluarkan dari klub miliknya.

Dalam sejumlah email terbaru, Epstein mengklaim bahwa Trump menghabiskan waktu berjam-jam bersama salah satu korban utamanya, Virginia Giuffre, serta menyebut bahwa Trump “mengetahui soal para gadis.” Klaim ini diduga merujuk pada pernyataan Trump bahwa ia mengusir Epstein karena merekrut perempuan muda dari klub Mar-a-Lago.

Menanggapi email tersebut, Trump dan Gedung Putih menyebutnya sebagai “tipuan.” Juru bicara Gedung Putih mengatakan email-email itu “tidak memberikan bukti pelanggaran apa pun, selain justru menunjukkan bahwa Trump tidak melakukan kesalahan.”

Penelaahan ribuan halaman email Epstein oleh CNN menunjukkan bahwa Epstein kerap menyebut Trump selama bertahun-tahun—kadang untuk menganalisis perilakunya, kadang untuk menyebarkan rumor, dan kadang hanya untuk menampilkan dirinya sebagai orang dalam yang memahami seorang pria yang kemudian menjadi presiden.

Sejumlah tokoh lain yang terkait dengan Epstein juga menghadapi dampak profesional meski tidak didakwa. Larry Summers mengundurkan diri dari tugas mengajarnya di Harvard dan keluar dari dewan OpenAI, seraya menyatakan dirinya “sangat malu” atas hubungannya dengan Epstein. Andrew Mountbatten-Windsor juga melepaskan peran kerajaan dan membantah segala tuduhan pelanggaran.

Kesimpulan

Publikasi foto-foto ini, meskipun tidak secara langsung membuktikan kejahatan baru, semakin menyingkap luasnya jaringan relasi Jeffrey Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Amerika Serikat. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan politik dan publik untuk penyelidikan lebih mendalam serta pembukaan dokumen terkait jaringan Epstein.

Di sisi lain, bagi figur-figur yang muncul dalam foto, meskipun tanpa tuduhan hukum langsung, pengungkapan ini dapat berdampak pada persepsi publik dan reputasi sosial mereka, serta memunculkan pertanyaan baru mengenai hubungan dan interaksi mereka dengan Epstein.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penegakan keadilan bagi para penyintas korban Epstein, sekaligus memperjelas arah penyelidikan di masa mendatang—penyelidikan yang dapat mengungkap relasi lebih luas serta pertanggungjawaban hukum dan sosial pihak-pihak terkait.

Sesuai undang-undang yang disahkan Kongres bulan lalu, Departemen Kehakiman AS memiliki tenggat waktu hingga 19 Desember untuk merilis seluruh berkas yang dimilikinya terkait Jeffrey Epstein.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *