Yerusalem, Purna Warta Hingga darah penghabisan Benjamin Netanyahu akan berusaha menggagalkan koalisi baru untuk mendapatkan persetujuan Parlemen Knesset. Karena (persetujuan) ini memiliki arti eksekusi mati dan hidup.

Akan tetapi, menurut analisa media Zionis, meskipun Yair Lapid dan Naftali Bennett sukses meraih persetujuan Knesset, Benjamin Netanyahu tetap tidak bisa mengembalikan hegemoni kekuasaannya dalam kancah politik dan partai di Israel.

Baca Juga : Gaji Satu Juta Dolar Untuk Penyanyi Wanita Arab di Pernikahan Putri Raja Salman

Dengan pendahuluan di atas, surat kabar al-Ayyam Palestina menganalisa situasi Benjamin Netanyahu dan menjelaskan, “Semuanya telah berakhir. Benjamin Netanyahu telah terusir. Berakhir sudah masa depan politiknya. Benjamin Netanyahu tidak akan kembali ke tampuk kekuasaan meski Yair Lapid dan Naftali Bennett gagal dan Kabinet reformasi gugur.”

Aliansi baru ini merupakan satu kesepakatan formal antar partai sayap Kanan, moderat dan Kiri di Palestina Pendudukan berasaskan pada akhir umur periode Benjamin Netanyahu. Partai-partai tersebut membayar mahal demi menggulingkan Netanyahu dan mereka menegaskan bahwa periode Bibi (Benjamin Netanyahu) tidak boleh terulang.

Sesungguhnya, partai sayap Kanan telah memberikan 4 kesempatan kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu. Akan tetapi dia belum juga berhasil menyusun Kabinet tetap, termasuk kesempatan terakhir kemarin.

Baca Juga : Disebut Tidak Jelas, Begini Sindiran Pedas Menlu Iran ke Antony Blinken

Aksi menghantui Netanyahu didasarkan pada upaya pembuktian diri sebagai ketua partai sayap Kanan. Namun ada desas-desus dalam partai Likud bahwa mereka akan mengadakan pemilihan ketua umum baru.

Bahkan, menurut analisa al-Ayyam, seandainya Kabinet baru tidak lolos dan menuntut penyelenggaraan Pemilu kelima kalinya dalam kurun waktu tak lebih dari 2 tahun, tetap saja Benjamin Netanyahu sulit untuk kembali memimpin Likud dan bercokol di markas sayap Kanan. Karena partai ini dan poros sayap Kanan yakin bahwa demi menstabilkan hegemoni mereka di kancah politik, Benjamin Netanyahu harus diusir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 3 =