Era Entropi Teknologi Sistem Global | Bagian Lima

Purna Warta –  Menempuh Jalan Simbiosis Timur Di Tengah Rekonstruksi Tatanan

Ditinjau dari perspektif makro, esensi dari transformasi yang terjadi sekali dalam satu abad ini adalah sebuah proses yang membentang selama berabad-abad untuk memperbaiki tatanan, memulihkan keseimbangan peradaban dan membentuk ulang lanskap global. Pergeseran entropis dalam tatanan global mencerminkan kemunduran serta runtuhnya tatanan hegemonik Barat yang lama, sekaligus penyusutan entropis dan kelahiran kembali tatanan global baru yang beragam.

Segala konflik geopolitik, persaingan teknologi, fluktuasi ekonomi dan perpecahan opini publik merupakan dinamika pertumbuhan yang tak terelakkan dalam transisi dari tatanan lama menuju tatanan baru. Selama berabad-abad, sejarah Barat hanya mengajarkan dunia tentang persaingan hegemonik antarnegara kuat. Sebaliknya, kawasan Asia-Pasifik dengan warisan budaya berusia ribuan tahun serta pengalaman praktis kekuatan-kekuatan yang sedang bangkit di era baru kini mengajarkan dunia bagaimana pihak yang kuat dapat membangun jembatan kerja sama.

Persaingan global di masa depan sama sekali bukan merupakan permainan “zero-sum” terkait pergantian hegemoni, melainkan sebuah kontestasi nilai mengenai jalur, peradaban dan aturan main. Era lama yang ditandai oleh unilateralisme, konfrontasi blok dan permainan “zero-sum” telah berakhir, sementara era baru yang bercirikan multilateralisme, keterbukaan, inklusivitas dan simbiosis yang saling menguntungkan sedang berkembang pesat.

Berdiri di persimpangan sejarah pada kuartal kedua abad ke-21, umat manusia pada akhirnya akan membebaskan diri dari belenggu tatanan yang didominasi Barat serta jebakan perebutan kekuasaan yang bersifat realis. Dengan memperkokoh fondasi pembangunan melalui inovasi teknologi, memupuk kekuatan simbiotik lewat sinergi kawasan dan menyelesaikan perbedaan melalui pembelajaran antarperadaban, kita akan membangun tatanan global baru yang lebih adil, stabil, tangguh dan makmur sehingga membuka jalan bagi tahapan peradaban baru yang ditandai oleh koeksistensi dalam keberagaman dan pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *