Tehran, Purna Warta – Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei pada Selasa (26/5) menyampaikan pesan Haji yang ditujukan kepada umat Islam di seluruh dunia, khususnya para jamaah haji.
Pesan tersebut menyerukan agar umat Islam memandang Haji sebagai hijrah yang terus berlangsung, yaitu perpindahan dari kehidupan material menuju kehidupan spiritual yang berpusat pada penyembahan kepada Allah dan penolakan terhadap segala bentuk sesembahan selain-Nya.
Dalam pesannya, Sang Pemimpin menegaskan bahwa kesempatan untuk melakukan hijrah suci ini tidak terbatas hanya bagi jamaah tahun ini, tetapi mencakup seluruh umat Islam, baik yang telah menunaikan ibadah haji maupun yang belum mendapat kesempatan.
Ia juga menyerukan persatuan bangsa-bangsa Muslim dalam membentuk tatanan dunia baru, seraya menekankan bahwa tidak akan ada lagi tempat aman bagi rezim Amerika, yang menurutnya telah memasuki akhir masa dominasinya.
Pemimpin Revolusi juga menyatakan bahwa bangsa Iran, dengan bersenjatakan iman, mampu bertahan menghadapi Pertahanan Suci selama delapan tahun, bertahun-tahun sanksi ilegal, serta tiga perang yang dipaksakan, dan setiap kali berhasil keluar sebagai pemenang.
Menurutnya, senjata yang sama akan menjadi fondasi lahirnya peradaban Islam baru.
Berikut cuplikan pesannya:
Datangnya musim HajiMusim Haji telah tiba, dan para jamaah mengenakan ihram penghambaan sambil melantunkan talbiyah untuk berhijrah dari kehidupan material menuju kehidupan Ilahi yang bertauhid.
Kehidupan tauhidi ini berpusat pada penyembahan kepada Allah serta penolakan dan pengingkaran terhadap segala tuhan palsu.
Kesempatan ini tidak terbatas pada jamaah haji
Kesempatan hijrah ini tidak hanya terbatas bagi jamaah tahun ini, tetapi juga bagi seluruh saudara dan saudari Muslim dari Iran maupun seluruh dunia.
Termasuk mereka yang telah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya dan mereka yang belum memperoleh kesempatan.
Syarat-syarat hijrah abadi ini
Di antaranya mengenakan ihram zikir kepada Allah secara terus-menerus, melakukan thawaf tanpa henti mengelilingi poros kebenaran, serta bersungguh-sungguh menjalankan tugas-tugas Ilahi.
Juga mencakup melempari setan dan manifestasinya tanpa henti, berdiri dalam doa dan kewaspadaan, memberi makan fakir miskin dan musafir, serta mengorbankan hawa nafsu.
Selain itu, seseorang harus membersihkan kotoran batin dan siap mengabdi serta mengibarkan panji pembelaan terhadap kebenaran.
Bagaimana bangsa Iran menempuh hijrah ini
Bangsa Iran memasuki jalan hijrah ini pada miqat Revolusi Islam tahun 1979.
Mereka menjawab seruan Ibrahimiah dari Imam Besar Ruhollah Khomeini, melepaskan diri dari ketundukan terhadap dominasi, dan mengenakan ihram kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dengan seruan “Labbaik”, mereka melakukan thawaf mengelilingi ajaran Islam murni Nabi Muhammad SAW.
Mereka mendekat kepada cahaya keadilan universal dan wilayah Ilahi tertinggi.
Senjata “Allahu Akbar”
Dengan senjata “Allahu Akbar”, Iran menciptakan epik Pertahanan Suci 8 Tahun melawan rezim Ba’ath Saddam.
Hal itu terjadi meski Saddam didukung seluruh kekuatan dunia dari Timur hingga Barat.
Tahun-tahun perlawanan yang teguh
Iran terus melanjutkan perlawanan teguh menghadapi blokade ekonomi, kudeta, sanksi zalim, serta berbagai serangan politik, propaganda, dan ekonomi.
Penguatan Front Perlawanan
“Allahu Akbar” memperkuat hubungan di seluruh umat Islam dan para mujahid muda Front Perlawanan — dari Iran, Lebanon, Palestina, Irak, Suriah, Afrika, Yaman, Afghanistan, Pakistan, hingga bangsa-bangsa merdeka lainnya.
Tali kokoh ini bangkit membela umat melawan agresi Zionis, menghancurkan kelompok teroris Daesh (ISIS), memicu Badai Al-Aqsa, dan membuat rezim Zionis terengah-engah.
Kemenangan dalam Perang Paksa Kedua (Juni 2025)
“Allahu Akbar” yang sama memungkinkan Republik Islam Iran melumpuhkan rezim Zionis dalam Perang Paksa Kedua pada Juni tahun lalu.
Iran memberikan tamparan keras kepada agresor Amerika dan menggagalkan tujuan musuh untuk menundukkan Iran.
Kesyahidan Sang Pemimpin dan kebangkitan Ilahi Iran
Setelah kesyahidan Imam Sayyed Ali Hosseini Khamenei di tangan kekuatan jahat (Amerika Serikat dan rezim Israel), bangsa Iran mengalami kebangkitan spiritual Ilahi.
Dengan kehadiran rakyat secara menyeluruh, Iran memukau dunia melalui kehormatan dan pencapaiannya.
Kemenangan menentukan dalam Perang Paksa Ketiga
“Allahu Akbar” mengantarkan kemenangan besar bagi Angkatan Bersenjata Iran dan Front Perlawanan — khususnya di Lebanon — melawan kekuatan Amerika-Zionis.
Dengan bertawakal kepada Allah dan menggunakan rudal serta drone di darat, udara, dan laut, mereka melempari “Setan Besar” dan binatang buas latihannya, yaitu rezim Zionis.
Mereka menyaksikan terwujudnya janji kemenangan Allah bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya.
Kebangkitan umat Islam
Pasukan Allah akan menang atas segala kekuatan. Dengan senjata “Allahu Akbar” yang sama, setelah kebangkitan Iran dan Front Perlawanan, kebangkitan umat Islam juga akan terwujud.
Bara’ah terhadap kaum musyrik
Sikap berlepas diri dari kaum musyrik akan meluas dari ritual melempar jumrah ke dalam kehidupan pribadi, sosial, dan politik umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Kapasitas bersama dan ajakan kerja sama
Umat Islam dan bangsa-bangsa kawasan memiliki banyak kapasitas dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru serta arsitektur masa depan kawasan dan dunia.
Saya dengan tulus mengajak seluruh negara dan pemerintahan Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama dalam kebaikan agar bersama-sama memajukan umat dan menyelesaikan persoalan dunia Islam.
Amerika tak lagi memiliki tempat aman
Waktu tidak akan berputar mundur, dan bangsa-bangsa kawasan tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer Amerika.
Amerika tidak akan lagi memiliki tempat aman untuk melakukan kerusakan atau mendirikan pangkalan militer di kawasan, dan hari demi hari semakin jauh dari statusnya dahulu.
Tahap akhir rezim Zionis
Rezim Zionis yang terguncang dan “tumor kanker” Israel sedang mendekati tahap akhir keberadaannya yang menyedihkan.
Sebagaimana perkataan Sang Pemimpin Syahid sepuluh tahun lalu, rezim itu tidak akan bertahan hingga dua puluh lima tahun setelah pernyataan tersebut, insyaallah.
Makna bara’ah dalam Haji tahun ini
Tindakan berlepas diri memiliki makna yang lebih besar tahun ini karena kedalaman dan cakupannya terhadap Amerika dan Israel melampaui ritual formal bara’ah dalam Haji.
“Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel” akan menjadi slogan bersama umat Islam dan kaum tertindas dunia, khususnya generasi muda.
Masa depan milik umat Islam
Masa depan adalah milik umat Islam dan peradaban Islam baru. Setiap dari kita dapat berperan mewujudkan masa depan ini sesuai tekad, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing.
Peran jamaah Iran dalam Haji tahun ini
Jamaah Iran memiliki peran penting dalam menyampaikan kemenangan Iran dalam Perang Paksa Ketiga kepada saudara-saudari Muslim lainnya serta menanamkan harapan akan masa depan yang cerah.
Doa yang diminta untuk para jamaah
Saya meminta para jamaah untuk berdoa bagi kemunculan Imam Mahdi, persatuan umat Islam, pembebasan Palestina dan Al-Aqsa, penyelesaian kesulitan umat Islam, dan kemenangan akhir melawan Kesombongan Global.
Doa untuk jamaah dan umat
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Muhammad dan keluarganya. Naungilah para jamaah dan umat dengan kasih sayang-Mu. Anugerahkan Haji yang diterima, terangilah hati dengan makrifat Ilahi, dan kuatkan tekad untuk memperbaiki umat serta meraih kemenangan akhir.
Doa untuk para syuhada
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada para syuhada di jalan-Mu, khususnya Front Perlawanan dan Sang Pemimpin Syahid. Berikan pahala dari Haji, ibadah, dan perjuangan orang-orang yang mendapat petunjuk darinya kepada ruhnya. Bantulah Iran dan umat Islam agar tetap teguh di jalannya.
Doa untuk Imam Mahdi
Ya Allah, limpahkan keberkahan kepada Imam Mahdi yang dinantikan. Lingkupilah kami semua dengan doa-doa sucinya. Terangilah dunia dengan kedatangannya yang dijanjikan, karena hati kami dipenuhi keyakinan.
Penutup ayat Al-Qur’an
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh di antara kamu bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, serta benar-benar akan mengganti ketakutan mereka menjadi keamanan.” (QS. An-Nur: 55).


