Menteri Luar Negeri Inggris: London Tidak Ikut dalam Dewan Perdamaian Gaza

Inggris

London, Purna Warta – “Ivett Cooper” pada Kamis, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, mengatakan kepada media Inggris bahwa pemerintahan Keir Starmer tidak akan menjadi bagian dari penandatangan Dewan Perdamaian. Alasan utama keputusan ini adalah kekhawatiran mengenai kemungkinan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mekanisme yang diusulkan tersebut.

Ia menambahkan bahwa London mendukung rencana Presiden AS Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah, namun terdapat pertanyaan serius terkait kerangka hukum, dampak politik, dan komposisi Dewan yang diusulkan, sehingga Inggris memilih untuk tidak bergabung pada tahap ini.

Menurut laporan, Trump memperkenalkan mekanisme ini dengan tujuan menegakkan gencatan senjata dan mendorong proses rekonstruksi Gaza, serta mengusulkan agar anggota permanen Dewan membayar kontribusi finansial yang signifikan untuk berpartisipasi.

Namun, sejumlah pemerintah, termasuk sekutu dekat Washington, menyatakan kekhawatiran bahwa struktur ini dapat melemahkan atau meminggirkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Media Inggris juga melaporkan bahwa kekhawatiran London tidak terbatas pada isu Rusia. Beberapa pejabat Inggris menilai terdapat ketidakjelasan dalam mekanisme pengambilan keputusan, cakupan wewenang, dan hubungan inisiatif ini dengan institusi internasional.

Selain Inggris, laporan juga menunjukkan adanya keraguan atau penolakan dari beberapa negara Eropa lainnya. Sky News menulis bahwa beberapa negara, termasuk Prancis dan sejumlah negara di Eropa Utara, menahan diri untuk bergabung atau memberikan komitmen pada tahap ini karena berbagai alasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *