India dan China Upaya Pulihkan Kepercayaan Militer di Perbatasan Sengketa

India dan China Upaya Pulihkan Kepercayaan Militer di Perbatasan Sengketa

New Delhi, Purna Warta Pimpinan militer dan politik India serta China tengah berupaya membangun kembali kepercayaan antara angkatan bersenjata kedua negara guna menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan sengketa, menurut Kepala Staf Angkatan Darat India Jenderal Upendra Dwivedi.

Berbicara kepada wartawan di New Delhi, Dwivedi mengatakan kedua pihak memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan perdamaian di garis depan dan menutup apa yang ia sebut sebagai “defisit kepercayaan” yang masih tersisa antara militer India dan China. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tertinggi di kedua negara—termasuk perdana menteri serta menteri pertahanan dan luar negeri—telah melakukan pertemuan dalam beberapa bulan terakhir, dengan konsensus mendesak untuk menjaga perbatasan tetap tenang.

Pernyataan tersebut memperkuat upaya politik yang lebih luas untuk memperbaiki hubungan yang memburuk tajam sejak bentrokan perbatasan paling mematikan dalam beberapa dekade pada Juni 2020, yang menewaskan sejumlah prajurit dari kedua pihak. Sejak insiden itu, New Delhi dan Beijing menggelar berbagai putaran perundingan militer dan diplomatik guna menurunkan eskalasi.

Kedua negara juga menyepakati penarikan pasukan dari titik-titik gesekan yang tersisa. Langkah ini membuka jalan bagi kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke China pada Agustus lalu—kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam tujuh tahun. Dalam berbagai pertemuan dengan mitra China, pejabat India secara konsisten menekankan perdamaian dan stabilitas di sepanjang perbatasan Himalaya sepanjang 3.488 kilometer sebagai pilar utama normalisasi hubungan.

Di tengah mencairnya ketegangan, China pada Desember lalu menuduh Amerika Serikat berupaya merusak perbaikan hubungan Beijing–New Delhi dengan menyalahgambarkan kebijakan pertahanan China. Menanggapi isu tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan bahwa hubungan China–India dipandang dari perspektif strategis jangka panjang dan bahwa persoalan perbatasan merupakan urusan bilateral. Beijing, katanya, menolak campur tangan pihak ketiga dalam isu tersebut.

Sementara itu, sebuah laporan Departemen Perang AS kepada Kongres menyebut China kemungkinan ingin memanfaatkan meredanya ketegangan di sepanjang Line of Actual Control (LAC) untuk menstabilkan hubungan dengan India dan mencegah pendalaman kemitraan India–AS. Laporan tahunan “Military and Security Developments Involving the People’s Republic of China 2025” mencatat bahwa pada Oktober 2024, kepemimpinan India mengumumkan kesepakatan dengan China untuk melepaskan diri dari lokasi-lokasi kebuntuan yang tersisa di LAC, dua hari sebelum pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Modi di sela KTT BRICS.

Pertemuan Xi–Modi tersebut menandai dimulainya keterlibatan tingkat tinggi bulanan antara kedua negara, dengan pembahasan mencakup pengelolaan perbatasan dan langkah lanjutan hubungan bilateral, termasuk penerbangan langsung, fasilitasi visa, serta pertukaran akademisi dan jurnalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *