Warga Iran Peringati 37 Tahun Wafatnya Imam Khomeini

Teheran, Purna Warta – Warga Iran di seluruh negeri pada Kamis memperingati 37 tahun wafatnya Imam Khomeini, pendiri Republik Islam dan pemimpin Revolusi Islam 1979.

Upacara peringatan diadakan secara nasional untuk menghormati kenangan mendiang pemimpin tersebut, yang dikenal luas sebagai arsitek Revolusi Islam.

Upacara utama berlangsung di makam Imam Khomeini di Teheran selatan, dihadiri oleh pejabat senior Iran, pejabat asing, dan ribuan orang dari seluruh negeri.

Seorang pejabat mengatakan gerbang makam Imam Khomeini dibuka untuk umum pada pukul 06.30 pada hari Kamis, 4 Juni, sedangkan upacara resmi akan dimulai pada pukul 09.00 dengan pembacaan Alquran dan pidato.

Pesan dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Mojtaba Khamenei juga dijadwalkan dibacakan di kuil tersebut. Penyelenggara mengatakan pesan tersebut akan diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa utama dunia dan disebarluaskan secara internasional.

Pejabat itu menambahkan bahwa acara peringatan yang memperingati hari jadi tersebut juga diadakan di sejumlah negara Islam dan non-Islam. Media asing telah mengirimkan lebih banyak jurnalis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya untuk meliput upacara tersebut.

Ayatollah Ruhollah Mousavi Khomeini memimpin Revolusi Islam yang menggulingkan monarki Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979 dan mendirikan Republik Islam melalui referendum nasional di mana lebih dari 98 persen pemilih mendukung sistem politik baru.

Setelah bertahun-tahun diasingkan di Turki, Irak, dan Prancis, Imam Khomeini memimpin gerakan kerakyatan yang luas yang pada akhirnya mengakhiri kekuasaan monarki selama beberapa dekade di Iran. Sekembalinya ke negaranya pada bulan Februari 1979, jutaan warga Iran menyambutnya, menandai titik balik dalam sejarah kontemporer negara tersebut.

Beliau meletakkan dasar-dasar sistem politik yang berpusat pada kemandirian nasional, partisipasi rakyat, dan perlawanan terhadap dominasi asing, prinsip-prinsip yang terus membentuk kebijakan dan identitas Republik Islam.

Imam Khomeini meninggal dunia pada tanggal 3 Juni 1989, pada usia 86 tahun, hampir satu dekade setelah kemenangan Revolusi Islam. Pemakamannya menarik jutaan pelayat dan tetap menjadi salah satu pertemuan publik terbesar dalam sejarah modern.

Lebih dari tiga dekade setelah kematiannya, Imam Khomeini terus dikenang di Iran dan sekitarnya sebagai tokoh transformatif yang gagasan dan kepemimpinannya meninggalkan dampak jangka panjang pada lanskap politik di kawasan dan dunia Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *