Washington, Purna Warta – The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran telah memperingatkan akan memperluas cakupan serangannya jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap negara tersebut.
Menurut Surat kabar Amerika Serikat, The Wall Street Journal, memberitakan bahwa jika serangan militer Amerika Serikat dan rezim Israel kembali dilanjutkan, Iran akan memperluas cakupan responsnya dengan menyasar infrastruktur ekonomi dan sipil di seluruh kawasan Teluk Persia.
Berdasarkan laporan tersebut, para pejabat Iran melalui pernyataan terbuka maupun komunikasi diplomatik rahasia telah memperingatkan negara-negara kawasan dan para mediator bahwa jika Amerika Serikat kembali menyerang, sasaran Iran tidak akan terbatas pada pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut. Sasaran potensial juga dapat mencakup bandara, jaringan pipa, serta infrastruktur energi dan komunikasi.
Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui peringatan tersebut, The Wall Street Journal menulis bahwa Iran juga telah memberi tahu para mediator bahwa jika serangan baru dilancarkan, pasukan Amerika Serikat akan menjadi sasaran serangan yang lebih intensif. Langkah tersebut, menurut laporan itu, termasuk upaya menenggelamkan kapal perang Amerika di kawasan dan membunuh para awaknya.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Iran masih memiliki persediaan rudal dan drone dalam jumlah yang signifikan. Para pejabat Amerika Serikat dan negara-negara kawasan menilai bahwa Teheran telah kembali melanjutkan produksi rudal balistik, meskipun dalam skala terbatas, dengan memanfaatkan komponen yang telah disimpan sebelumnya serta fasilitas bawah tanah.
Menurut laporan itu, serangan Iran sebelumnya terhadap pangkalan militer Amerika Serikat, kedutaan-kedutaan besar, dan markas Armada Kelima AS di Bahrain telah menimbulkan kerusakan yang cukup besar.
Selain itu, sejumlah fasilitas energi dan industri di Uni Emirat Arab, sebuah kompleks gas besar di Qatar, serta bandara-bandara di Dubai, Kuwait, dan Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Pada bagian lain laporannya, The Wall Street Journal menulis bahwa sejumlah pakar memperingatkan agar ancaman Iran tidak semata-mata dianggap sebagai retorika. Pasalnya, Teheran dinilai masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan serius terhadap infrastruktur energi dan komunikasi di kawasan tersebut.


