Ulama Irak: Perang Israel Tingkatkan Kekuatan Iran di Kawasan

Teheran, Purna Warta – Ammar al-Hakim, kepala Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, mengatakan bahwa perang agresi rezim Zionis terhadap Iran pada bulan Juni justru berdampak sebaliknya dari apa yang diperkirakan Tel Aviv, karena hal itu justru meningkatkan kekuatan regional Iran dan pengakuan atas perannya di antara negara-negara Muslim.

Baca juga: Iran Akan Hadiri Latihan Angkatan Laut Gabungan BRICS di Perairan Afrika Selatan

Dalam komentarnya pada pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, di Teheran pada hari Sabtu, ulama Irak tersebut menekankan bahwa umat Muslim di seluruh kawasan memuji peran Iran dalam melawan agresi.

Hakim mengatakan tindakan permusuhan rezim Zionis dan pernyataannya tentang skema ‘Israel Raya’ sekali lagi menegaskan keakuratan deskripsi lama Iran tentang rezim Israel sebagai “tumor kanker,” dan mengatakan seluruh kawasan kini telah waspada terhadap petualangan dan kebijakan destabilisasi rezim Israel.

Sementara itu, Larijani memuji Irak sebagai negara yang bersahabat, kuat, dan sepaham di kawasan tersebut.

Ia menggambarkan hubungan Teheran-Baghdad sebagai hal yang strategis dan menggarisbawahi bahwa dalam lingkungan yang dinamis saat ini, kerja sama antara kedua negara tetangga Muslim ini harus menjadi lebih praktis dan nyata.

Pada 13 Juni, rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tak beralasan terhadap Iran, yang menargetkan wilayah militer, nuklir, dan permukiman selama 12 hari berturut-turut. Amerika Serikat kemudian meningkatkan konflik dengan menyerang tiga lokasi nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan pada 22 Juni.

Angkatan Bersenjata Iran memberikan tanggapan yang segera dan tegas. Pasukan Dirgantara Garda Revolusi melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan dalam Operasi True Promise III, yang mengakibatkan kerusakan signifikan dan kerugian besar di berbagai kota di wilayah pendudukan.

Baca juga: Panglima Angkatan Darat Soroti Kegagalan Israel dalam Perang Melawan Iran

Sebagai balasan atas serangan AS, pasukan Iran juga menyerang Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar—instalasi militer Amerika terbesar di Asia Barat—dengan rentetan rudal.

Konfrontasi tersebut berakhir pada 24 Juni, ketika gencatan senjata diberlakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *