Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan kantor berita Iran, Komando Front Dalam Negeri Israel mengumumkan bahwa gelombang baru rudal Iran ditembakkan ke wilayah Palestina yang diduduki, yang memicu sirene peringatan di Dimona, kawasan Negev, wilayah Dead Sea, dan kota Eilat.
Surat kabar Haaretz menulis bahwa Iran telah menembakkan rudal ke wilayah yang diduduki untuk ketujuh kalinya sejak tengah malam.
Sementara itu, Channel 12 (Israel) mengklaim bahwa sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran menuju Dimona di selatan wilayah yang diduduki berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Namun jaringan televisi tersebut juga melaporkan bahwa Avi Dichter, Menteri Pertanian Israel dan anggota Knesset, berada di Dimona ketika serangan rudal tersebut terjadi.
Laporan Korban Luka
Militer Israel juga mengakui telah menerima laporan mengenai korban luka akibat serangan rudal Iran. Tim penyelamat dilaporkan sedang menuju beberapa lokasi baru yang menjadi sasaran serangan di wilayah tengah Israel.
Meskipun terdapat sensor militer yang luas terkait korban dan kerusakan akibat serangan Iran, media Israel mengakui bahwa 122 warga Israel terluka dalam 24 jam terakhir.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir saja, 122 warga Israel yang terluka akibat serangan rudal Iran telah dipindahkan ke rumah sakit.
Berdasarkan laporan tersebut:
4.829 orang Israel sejauh ini dilaporkan terluka akibat serangan rudal dan telah dirawat di rumah sakit.
Setidaknya 111 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Tekanan Psikologis di Dalam Negeri Israel
Dalam perkembangan lain, surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth menulis bahwa masyarakat Israel menghadapi pilihan sulit menjelang perayaan Easter tahun 2026.
Media Israel juga melaporkan bahwa jenazah seorang tentara cadangan Israel ditemukan setelah ia melakukan bunuh diri di dalam sebuah tempat perlindungan di kota Bat Yam.
Menurut laporan tersebut, sejak tengah malam hingga saat ini Iran telah melancarkan lebih dari tujuh gelombang serangan terhadap berbagai wilayah di wilayah Palestina yang diduduki.


