Teheran Tegur Kemunafikan setelah Anggota Parlemen Jerman Dicopot karena Kaus Pro-Palestina

Anggota Parlemen Jerman

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam pemecatan seorang anggota parlemen Jerman dari sesi parlemen karena mengenakan kaus bertuliskan “Palestina”, dengan menyatakan bahwa insiden tersebut mengungkap kemunafikan sistematis dari mereka yang mengaku mendukung Palestina.

Baca juga: Presiden Brasil Kecam Israel karena Lakukan Genosida Terencana di Gaza

Dalam sebuah posting di akun X miliknya pada hari Kamis, Baghaei juga mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan keterlibatan dalam perang genosida yang sedang berlangsung oleh rezim Israel terhadap warga Palestina.

“Menormalkan genosida Israel merupakan tragedi paling gelap di dunia saat ini dan para pendukung & pembela Israel tidak kurang dari terlibat dalam kekejamannya, tulisnya.

Pada hari Rabu, Anggota Parlemen Jerman Cansin Köktürk diusir dari ruang sidang Bundestag karena mengenakan “kaus politik” dengan kata “Palestina” di atasnya.

Presiden parlemen, Julia Klöckner, mengatakan bahwa “stiker maupun bentuk pernyataan lain pada kaus tidak boleh ada di sidang pleno.”

Saat Köktürk diusir, seorang aktivis pro-Palestina di galeri pengunjung menyela pidato Menteri Luar Negeri Federal Jerman, Johann Wadephul dengan meneriakkan “Bebaskan Palestina” dan “Darah di tanganmu.” Ia disingkirkan secara agresif oleh keamanan parlemen.

Setelah insiden tersebut, Köktürk mengungkap sikap munafik Wadephul, dengan mengatakan, “Tidak sepatah kata pun tentang lebih dari 50.000 anak yang tewas dan terluka. Saya diminta meninggalkan ruangan karena kaus saya bertuliskan ‘Palestina.’ Kalian semua telah gagal total.”

Baca juga: Greta Thunberg: Dunia Perlu Tetap Fokus pada Penindasan Israel di Gaza

Kemarahan terhadap Israel telah meningkat di seluruh dunia sejak 7 Oktober 2023, ketika rezim pendudukan melancarkan perang genosida di Jalur Gaza.

Hampir 20 bulan setelah agresi brutalnya, Israel telah gagal mencapai tujuan yang dideklarasikannya di Gaza meskipun telah menewaskan sedikitnya 54.607 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 125.341 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *