Surat Kabar Zionis: Hizbullah Masih Hidup / Iran Berpotensi Menang dalam Perang

Kemenangan

Al-Quds, Purna Warta – Surat kabar Zionis Maariv mengakui bahwa Hizbullah masih tetap hidup dan secara efektif melanjutkan serangannya, bahkan menembakkan rudal hingga jauh ke dalam wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam laporan Surat kabar Zionis tersebut disebutkan bahwa perang saat ini tidak menyerupai pertempuran “Spears of the North” maupun operasi “Rising Lion”, dan dalam banyak aspek berbeda dengan perang-perang sebelumnya.

Surat kabar itu menulis bahwa lebih dari satu setengah tahun lalu Israel mengklaim telah berhasil memberikan pukulan berat kepada Hizbullah. Namun kenyataannya, Hizbullah masih hidup dan aktif serta terus meluncurkan rudal. Perlawanan Lebanon tidak menembakkan rudal secara acak dan tidak akurat ke berbagai wilayah, melainkan menembakkan rudal jarak jauh presisi setelah mengumpulkan data intelijen. Rekaman satelit dan siaran televisi dari kawasan Wadi Eila yang menunjukkan dampak serangan rudal menjadi bukti atas hal tersebut.

Pada bagian lain laporan itu disebutkan bahwa kekhawatiran utama adalah bahwa seiring berjalannya waktu, pandangan di dunia semakin menguat bahwa perang saat ini merupakan perang kelelahan (war of attrition). Terjerumus ke dalam perang semacam itu dapat menghasilkan dampak yang berlawanan dengan tujuan perang. Artinya, serangan mungkin terus berlanjut secara rutin, namun sistem pemerintahan Iran akan belajar bagaimana bertahan.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa dalam situasi seperti itu, sistem Iran bisa menjadi lebih kuat dan bahkan berpotensi keluar sebagai pemenang dari perang.

Sementara itu, wali kota Kiryat Shmona di wilayah utara Palestina yang diduduki juga mengakui kemampuan Hizbullah Lebanon dan menyatakan bahwa serangan mereka telah merampas rasa aman dan ketenangan Israel. Ia mengatakan bahwa warga Israel telah berada di tempat perlindungan selama 11 hari karena ketakutan terhadap serangan rudal dan drone, dan mereka sudah tidak mampu lagi bertahan dalam kondisi tersebut.

Avichai Stern, wali kota Kiryat Shmona, menggambarkan kondisi para penduduk sebagai “tidak tertahankan”. Ia menyatakan bahwa warga Israel setelah 11 hari hidup terus-menerus di tempat perlindungan akibat ketakutan terhadap serangan rudal dan drone Hizbullah tidak lagi mampu melanjutkan keadaan ini.

Ia juga mengkritik ketidakmampuan pejabat Tel Aviv dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan dan mengatakan bahwa penduduk wilayah utara mengharapkan “keputusan yang benar dan tegas” dari pemerintah.

Stern menambahkan bahwa malam-malam di Kiryat Shmona terus diwarnai suara ledakan keras akibat serangan drone dan rudal Hizbullah, dan menurutnya masyarakat di sana “sudah 11 hari tidak tidur.”

Wali kota tersebut juga mengkritik kesenjangan antara instruksi resmi dan realitas di lapangan. Ia mengatakan bahwa dalam banyak kasus “suara ledakan terdengar terlebih dahulu dan baru kemudian sirene berbunyi,” yang menurutnya membuat warga hampir mustahil mencapai tempat perlindungan dalam waktu 15 detik.

Ia juga menegaskan bahwa serangan rudal tidak hanya terbatas pada wilayah utara, melainkan seluruh Palestina yang diduduki berada dalam jangkauan rudal Iran dan Hizbullah. Ia mengatakan banyak warga Israel tidak memiliki tempat perlindungan yang memadai dan harus dipindahkan ke wilayah yang lebih aman, serta dirinya sedang mempertimbangkan evakuasi mereka dari Kiryat Shmona.

Stern juga menilai keputusan militer Israel untuk membuka kembali aktivitas bisnis sebagai langkah yang “tidak masuk akal,” karena menurutnya hal tersebut hanya akan membahayakan nyawa warga.

Ia juga menyinggung janji sebelumnya dari para pejabat Israel yang menyatakan bahwa Hizbullah telah dilemahkan dan ancaman infiltrasi serta rudalnya telah diatasi. Ia berkata: “Jika Hizbullah tidak ada, lalu siapa yang menembak?”

Ia mengakui bahwa bahkan setelah pembunuhan para pemimpin gerakan tersebut, Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal ke Haifa dan Tel Aviv, serta dengan cepat memulihkan dan memperkuat kekuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *