Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyoroti peran penting parlemen dalam memajukan tujuan pemerintah dan membina hubungan internasional yang lebih erat. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Natalia Ivanovna Kochanova, Ketua Dewan Republik Majelis Nasional Belarus, dan Igor Sergeyenko, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang diadakan di Minsk pada hari Rabu.
Baca juga: Iran dan Mesir Kecam Rencana Israel untuk Menduduki Kota Gaza
Pezeshkian merujuk pada peta jalan kerja sama bersama untuk periode 2023–2026, menegaskan kembali komitmen Teheran untuk implementasi penuhnya dan menyuarakan optimisme bahwa rencana tersebut akan membuka jalan bagi kemitraan strategis jangka panjang antara Iran dan Belarus.
Menekankan tekad para pejabat di kedua belah pihak, presiden mengatakan kedua negara mampu merancang program praktis untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan utama.
Ia juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk memperdalam kolaborasi dengan Belarus di organisasi-organisasi regional dan internasional, termasuk Uni Ekonomi Eurasia, BRICS, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Mengenai isu-isu regional, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak pernah memulai permusuhan terhadap negara mana pun, seraya mengutuk agresi Israel terhadap Iran dan serangannya terhadap fasilitas-fasilitas nuklir damai.
Ia juga mengecam krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Palestina, dengan mencatat bahwa lebih dari 60.000 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam beberapa tahun terakhir akibat kekerasan dan blokade.
Baca juga: Presiden Iran: Iran Dukung Hidup Berdampingan Secara Damai dengan Semua Bangsa
Kochanova, di sisi lain, menyatakan solidaritasnya dengan Iran, mengecam serangan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia memuji ketahanan Iran di bawah tekanan eksternal dan menegaskan kembali dukungan Belarus untuk perjuangan Palestina dan pembentukan negara Palestina yang merdeka. Ia juga menyambut baik kerja sama parlemen yang semakin erat antara Teheran dan Minsk, dengan mengatakan bahwa hal itu berkontribusi pada hubungan bilateral yang lebih kuat.
Sementara itu, Sergeyenko menggambarkan Belarus sebagai “sahabat dan mitra terpercaya” Iran, dan menyebut kunjungan tersebut sebagai titik balik dalam hubungan kedua negara. Ia juga berjanji untuk membantu memperkuat kerja sama dan memperluas peta jalan komprehensif untuk kolaborasi jangka panjang antara kedua negara.


