Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan setiap kemenangan yang diraih di medan pertempuran dan dikonsolidasikan melalui diplomasi akan menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Iran dan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Mojtaba Khamenei.
Berbicara pada rapat kabinet pada hari Minggu, Pezeshkian memuji Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei atas kerja sama mereka, dan mengatakan bahwa persatuan di antara para kepala tiga cabang pemerintahan telah memainkan peran kunci dalam keberhasilan negara tersebut dalam memerangi agresor.
Jika kemenangan ini dikonsolidasikan melalui diplomasi, kehormatan akan menjadi milik seluruh bangsa Iran dan Pemimpin Iran, katanya, seraya menambahkan bahwa martabat dan kekuatan nasional dicapai melalui kerja sama dan solidaritas.
Presiden menggambarkan persatuan dan kohesi nasional sebagai pencapaian terbesar Iran dalam situasi saat ini, dan menekankan perlunya menghindari retorika yang memecah belah dan menjaga solidaritas di semua sektor negara.
Presiden Pezeshkian juga menyampaikan penghargaan atas bimbingan Pemimpin, dan mencatat bahwa semua perkembangan dan negosiasi telah disampaikan kepada Pemimpin dan bahwa anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) telah berbagi pandangan mereka mengenai masalah ini.
Dia mengatakan Iran menyaksikan koordinasi khusus di antara lembaga-lembaga politik, eksekutif, militer, keamanan dan peradilan, dan menggambarkan persatuan tersebut sebagai pencapaian besar dan kemenangan tersendiri.
Mengingat bahwa musuh-musuh Iran, khususnya rezim Israel, berusaha mempengaruhi upaya diplomatik yang sedang berlangsung, Pezeshkian mengatakan kewaspadaan dan solidaritas rakyat Iran akan membuat upaya tersebut tidak efektif.
Menyoroti perluasan keterlibatan Teheran dengan negara-negara tetangga, presiden mengatakan negara-negara di kawasan semakin siap untuk berdialog dan bekerja sama, seraya menambahkan bahwa Iran secara konsisten berupaya memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Dia juga menekankan bahwa Iran tidak ragu-ragu dalam membela hak-haknya yang sah, dan menekankan bahwa perdamaian dan gencatan senjata adalah hasil akhir dari konflik.
Ketika hak-hak warga Iran dapat dijamin melalui dialog dan diplomasi, tidak ada alasan untuk tetap berada dalam keadaan perang, katanya.
Presiden akhirnya menyerukan persatuan dalam negeri yang lebih besar dan mendesak semua pihak untuk menghindari pernyataan yang dapat merusak kohesi nasional, dengan mengatakan bahwa persatuan tetap menjadi sumber kekuatan dan ketahanan Iran.


