Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan perbatasan antara Iran dan Pakistan harus dijaga dari segala bentuk ketidakamanan dan terorisme.
Baca juga: Iran Memberi Tahu Media AS: Pengayaan Uranium Tidak Dapat Dinegosiasikan
“Kami percaya bahwa perbatasan bersama kedua negara harus bebas dari ketidakamanan dan keberadaan serta aktivitas kelompok teroris dan kriminal,” kata Pezeshkian dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Teheran pada hari Senin.
Ia mengatakan kedua negara memiliki sikap yang sama dan bertekad untuk meningkatkan keamanan dan memerangi elemen-elemen di balik ketidakamanan di sepanjang perbatasan.
Iran menganggap stabilitas dan perdamaian rakyat Pakistan sebagai salah satu kepentingan utamanya, kata presiden, dengan mengutamakan pemeliharaan keamanan berkelanjutan dan perluasan hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
“Republik Islam Iran menyambut baik pembentukan gencatan senjata dan perdamaian antara Pakistan dan India. Tidak diragukan lagi, penyelesaian sengketa melalui dialog dan metode damai merupakan prasyarat bagi pembangunan berkelanjutan dan pembentukan keamanan di kawasan dan dunia,” kata Pezeshkian.
Ia mengatakan Asia Barat dan Asia Selatan saat ini membutuhkan keamanan dan perdamaian lebih dari sebelumnya, yang menggarisbawahi perlunya konsultasi dan interaksi positif dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional lainnya.
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam setelah serangan teroris mematikan di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India. India menyalahkan Pakistan atas serangan itu, tetapi Pakistan menolak tuduhan tersebut.
PM Pakistan di Teheran akan membahas isu bilateral dan regional dengan pejabat tinggi Iran
PM Pakistan di Teheran akan membahas isu bilateral dan regional dengan pejabat tinggi Iran
Presiden Iran menyampaikan sambutan resmi kepada perdana menteri Pakistan yang berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan bersama dan regional yang penting.
Di tempat lain dalam jumpa pers tersebut, Pezeshkian memuji hubungan historis antara Teheran dan Islamabad, yang menurutnya berakar pada ikatan budaya dan peradaban.
Ia mengatakan Iran dan Pakistan memiliki sikap yang sama terhadap isu-isu yang terkait dengan kawasan, dunia Muslim, dan perkembangan internasional.
Baca juga: Jenderal Tertinggi: Iran dan Pakistan Bertekad Berantas Terorisme di Wilayah Perbatasan
Menunjuk pada isu Palestina, ia mengatakan bahwa sebagai anggota aktif Organisasi Kerja Sama Islam, Iran dan Pakistan mendukung perjuangan Palestina dan rakyat Gaza yang tidak berdaya.
Mereka mengecam kelanjutan kejahatan Israel di Jalur Gaza dan dukungan negara-negara Barat terhadap rezim tersebut, tambah presiden Iran.
Teheran dan Islamabad meminta negara-negara Muslim untuk sepenuhnya mendukung rakyat Palestina dan Gaza yang tertindas, katanya.
Perdana Menteri Pakistan, pada bagiannya, mengatakan negaranya dengan tegas mendukung program nuklir damai Iran.
Sharif memuji sikap berprinsip Iran dalam mendukung perdamaian dan keamanan regional, khususnya terkait ketegangan India-Pakistan baru-baru ini.
Ia menegaskan kembali tekad negaranya untuk mempromosikan perdamaian dan perdagangan serta memerangi terorisme, dengan mengatakan bahwa Pakistan tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyalahgunakan wilayahnya untuk melakukan tindakan terhadap Iran.
Ia menyuarakan keinginan Islamabad untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Teheran hingga setidaknya 10 miliar dolar.
Sharif juga mengecam kejahatan rezim Israel terhadap rakyat Gaza yang tertindas dan mengatakan Pakistan akan mendukung rakyat Palestina hingga pembebasan penuh tanah air mereka.
Memimpin delegasi, perdana menteri Pakistan tiba di Teheran pada hari Senin atas undangan presiden Iran. Ia memulai tur regional empat kali pada hari Minggu dengan melakukan perjalanan ke Turki, dan juga berencana untuk mengunjungi Azerbaijan dan Tajikistan.


