Washington, Purna Warta – Laporan terbaru dari beberapa media internasional menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan Amerika Serikat dalam menangani situasi di Tanjung Hormuz, serta dampak ekonomi yang timbul akibat konflik dengan Iran.
Larry Johnson, mantan perwira CIA, menyatakan bahwa klaim sebelumnya tentang efektivitas sistem rudal AS terhadap Iran terbukti salah. Ia menambahkan bahwa 80% rudal Iran mampu menembus pertahanan pangkalan Amerika, menimbulkan kerusakan besar pada peralatan militer AS. Sejauh ini, Angkatan Bersenjata Iran berhasil menghancurkan banyak radar dan sistem pertahanan udara di pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Dampak Perang terhadap Ekonomi Amerika
Menurut The Washington Post, perang dengan Iran berdampak negatif pada kehidupan masyarakat Amerika, termasuk kenaikan suku bunga hipotek tertinggi dalam tujuh bulan terakhir serta potensi kenaikan harga barang konsumsi. Survei tanggal 31 Maret menunjukkan sebagian besar warga Amerika memperkirakan konflik ini akan merugikan kondisi keuangan pribadi mereka, karena gangguan rantai pasok energi dan bahan pokok meluas hingga pantai AS.
Ketidakmampuan Trump dan Kesulitan Membuka Tanjung Hormuz
Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Presiden Donald Trump pada dasarnya tidak mampu, dan mungkin tidak ingin, membuka jalur pelayaran Tanjung Hormuz untuk mengamankan cadangan uranium Iran. Laporan tersebut menekankan bahwa klaim tentang kemenangan atas Hezbollah dan Iran kemungkinan akan berakhir dengan kekecewaan.
Upaya Sensor Gambar Satelit Perang
Reuters melaporkan bahwa pemerintah AS meminta perusahaan penyedia citra satelit membatasi publikasi foto terkait serangan rudal dan drone Iran. Perusahaan seperti Planet Labs telah memperluas pembatasan agar citra tidak digunakan melawan Amerika dan sekutunya di Timur Tengah.
Serangan Rudal dan Drone Hizbullah terhadap Pasukan Israel
Dalam operasi lapangan, pasukan Hezbollah berhasil menargetkan pos militer Israel dan peralatan mereka di Al-Sadra menggunakan rudal presisi. Pos militer lain dekat pemukiman Al-Malkiya juga terkena serangan rudal.
Selain itu, pangkalan Zarait military camp mengalami serangan drone bunuh diri, menunjukkan kemampuan Hezbollah dalam melancarkan serangan canggih terhadap target militer Israel.


