Pejabat Asing Akan Menghadiri Pemakaman Ayatullah Khamenei di Iran

Teheran, Purna Warta – Pejabat senior dari sekitar 40 negara akan menghadiri upacara perpisahan dan pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Sayid Ali Khamenei, di samping pertemuan publik tokoh agama, politik, akademis, dan budaya di Teheran, kata seorang pejabat.

Juru bicara upacara perpisahan dan pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang gugur itu mengatakan acara mendatang akan dihadiri tidak hanya oleh banyak warga Iran, tetapi juga oleh tokoh politik, budaya, ilmiah, agama, akademis, dan elit dari seluruh dunia, yang akan berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan.

Iman Attarzadeh mencatat bahwa para pejabat senior dan kepala negara dari sekitar 40 negara juga akan berpartisipasi dalam upacara tersebut, untuk menghormati status tinggi Pemimpin yang syahid melalui kehadiran mereka.

Dia menambahkan bahwa jenazah Pemimpin Revolusi Islam yang syahid dan anggota keluarganya telah diawetkan dengan sangat hormat dan sepenuhnya sesuai dengan standar agama dan hukum, dan sejauh ini tidak ada penguburan atau penguburan yang dilakukan.

Attarzadeh lebih lanjut mengatakan, pengaturan rinci dan terkoordinasi telah dilakukan untuk upacara perpisahan di Tempat Sholat Teheran (Mosalla).

Mulai pukul 06.00 pada Sabtu, 4 Juli hingga akhir upacara, venue tetap buka 24 jam bagi pelayat dan tidak ditutup, jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai acara, antara lain pengajian, pembacaan elegi, puisi, hingga ritual duka telah disiapkan untuk pengunjung dan peserta.

Mengingat banyaknya pengunjung yang datang dari seluruh negeri serta tamu asing, para jamaah diminta untuk meninggalkan tempat salat dalam waktu 10 hingga 15 menit setelah masuk dan memberikan penghormatan, agar lebih banyak pelayat dapat berpartisipasi, katanya.

Juru bicara tersebut juga menyatakan bahwa Pemimpin Revolusi Islam yang syahid, setelah 69 tahun, sekali lagi akan dihormati dengan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak. Dia mengatakan kunjungan terakhir mendiang Pemimpin AS ke Karbala dan Najaf terjadi pada tahun 1957, sementara rencana perjalanannya pada tahun 1968 dibatalkan setelah ia dilarang meninggalkan negara tersebut oleh SAVAK.

Dia menambahkan bahwa pada tanggal 8 Juli, jenazah Pemimpin yang syahid akan dibawa ke tempat suci Imam Ali (AS), Imam Hussein (AS), dan Abbas ibn Ali (AS) di Irak, menandai ziarah yang telah lama ditunggu-tunggu setelah 69 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *