Roma, Purna Warta – Pemimpin umat Katolik dunia kembali mengecam serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, serta menyatakan bahwa sebagai seorang pemimpin spiritual ia tidak dapat mendukung perang.
Menurut laporan media Al Alam wilayah Eropa, Paus Leo XIV pada Kamis malam mengatakan kepada para wartawan yang menemaninya dari Malabo, ibu kota Guinea Khatulistiwa:
“Sebagai seorang pemimpin spiritual, saya tidak dapat memihak perang.”
Menurut laporan televisi berita CNN, pemimpin umat Katolik dunia itu melanjutkan:
“Pengeboman Iran oleh Amerika Serikat dan Israel telah menciptakan situasi kacau bagi ekonomi global dan bagi seluruh rakyat Iran yang tidak bersalah yang menderita akibat perang ini. Saya ingin mendorong semua pihak untuk berupaya menemukan jawaban yang lahir dari budaya perdamaian, bukan dari tempat yang penuh kebencian dan perpecahan.”
Pernyataan Paus Leo XIV ini disampaikan setelah serangan dan saling serang pernyataan baru-baru ini antara dirinya dan Donald Trump.
Donald Trump pekan lalu menggambarkan Paus sebagai “sebuah bencana”, sementara dalam beberapa pekan terakhir Paus telah menjadi salah satu pengkritik yang semakin vokal terhadap perang Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran. Paus juga menegaskan bahwa terlepas dari pernyataan Trump, ia akan terus mengkritik perang tersebut.
Amerika Serikat dan rezim Zionis pada 28 Februari 2026 melancarkan serangan ke wilayah Iran di tengah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung dengan pihak Amerika. Sebagai tanggapan atas agresi terhadap wilayah negaranya dan dalam rangka membela diri, Iran melancarkan Operasi Janji Sejati 4 dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan dan sasaran tertentu di wilayah pendudukan.


