Sana’a, Purna Warta – Angkatan bersenjata Yaman mengumumkan serangan rudal balistik terhadap Pangkalan Udara Ramat David Israel di dekat Haifa sebagai balasan atas tindakan kriminal Israel di Gaza dan dukungan AS terhadap Tel Aviv.
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengatakan serangan itu menargetkan pangkalan udara di Haifa yang diduduki dengan menggunakan rudal balistik hipersonik “Palestine 2”.
Ia menyatakan serangan itu dilakukan untuk mendukung warga Palestina di Gaza dan sebagai tanggapan langsung terhadap tindakan brutal Israel dan dukungan AS terhadap tindakan kriminal tersebut.
“Rudal kami menghantam Pangkalan Udara Ramat David, dan pertahanan udara musuh gagal mencegatnya,” kata Saree dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Pasukan Yaman memuji para pejuang di Gaza atas perlawanan mereka dan berjanji akan terus memberikan dukungan “hingga agresi berakhir dan blokade dicabut.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Yaman akan terus melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai Israel selama serangan terhadap Gaza terus berlanjut.
Setelah peluncuran tersebut, sirene serangan udara berbunyi di seluruh wilayah Galilea dan Haifa, yang menyebabkan kepanikan yang meluas.
Militer Israel mengklaim bahwa proyektil tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan, meskipun belum ada konfirmasi independen yang diberikan.
Peringatan sirene juga dilaporkan di Wadi Ara dan daerah sekitarnya, yang memaksa ribuan pemukim Israel mengungsi ke tempat perlindungan bom pada malam hari.
Serangan rudal sebelumnya oleh militer Yaman pada tanggal 25–26 April dilaporkan menghantam Pangkalan Udara Nevatim dan fasilitas penting di Tel Aviv.


