Damaskus, Purna Warta – Jaringan Al-Arabi pada Sabtu (18/3) mengutip sumber-sumber lokal menyatakan bahwa bentrokan sengit terjadi antara pasukan keamanan pemerintahan sementara Suriah Al-Julani dan pasukan “Der al-Sahel” (Perisai Pantai) di dekat Rumah Sakit Ibn Sina di Latakia, barat Suriah.
Menurut laporan jaringan televisi tersebut, pasukan Der al-Sahel di Latakia telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Al-Julani, pemimpin pemerintahan sementara Suriah.
Baca juga: OKI Kutuk Pengusiran Paksa Warga Palestina dan Setujui Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir
Jaringan Al-Jazeera Qatar juga melaporkan terjadinya bentrokan sporadis antara pasukan keamanan pemerintahan sementara Suriah dan individu-individu yang disebut sebagai sisa-sisa rezim Assad yang digulingkan, di daerah Dast al-Ghab di pinggiran barat Hama, utara Damaskus.
Jaringan tersebut juga melaporkan terdengarnya suara bentrokan di daerah Al-Bukmal yang berbatasan dengan Irak.
Pernyataan Brigade Der al-Sahel Menanggapi Kejahatan Pemerintahan Sementara Suriah
Brigade Der al-Sahel, salah satu kelompok oposisi pemerintahan Al-Julani, dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial, menyatakan: “Kami telah menargetkan dan menghancurkan pos-pos militer dan kolom-kolom pasukan Anda. Puluhan tentara Anda tewas, dan puluhan lainnya kami tawan. Namun, Anda justru menargetkan perempuan, anak-anak, dan orang tua, serta membantai mereka.”
Brigade tersebut menambahkan, “Apa yang kami lakukan terhadap Anda hanyalah respons sederhana atas kejahatan Anda. Namun, setelah kejahatan yang Anda lakukan hari ini terhadap anak-anak, perempuan, dan orang tua, kami berjanji bahwa respons berikutnya akan berkali-kali lipat lebih keras, bahkan jika harus mengorbankan nyawa kami dan anak-anak kami.”
Ulama Sunni Tewas di Tangan Pasukan Keamanan
Jaringan Al-Ahd Irak juga melaporkan tewasnya “Syeikh Abdul Rahman al-Dhala” di tangan pasukan keamanan pemerintahan sementara Suriah. Ulama Sunni ini sebelumnya telah mengutuk operasi pembersihan etnis terhadap kelompok Alawi yang dilakukan oleh pemerintahan sementara Suriah.
Protes Rakyat Suriah Barat
Masyarakat Suriah barat, termasuk kota-kota Latakia dan Tartus, sejak Kamis malam (16/3) telah menggelar unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah baru Suriah di bawah pimpinan Al-Julani yang menindas pengikut beberapa agama dan mazhab, termasuk Kristen, Alawi, dan Druze.
Baca juga: Jihad Islam Palestina: Keputusan Kairo Tidak Menjawab Tantangan
Korban Jiwa dalam Bentrokan
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) menyebutkan bahwa korban tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan pemerintahan sementara Suriah dengan para pengunjuk rasa dalam dua hari terakhir di berbagai wilayah mencapai 147 orang.
Di sisi lain, jaringan hak asasi manusia Suriah melaporkan kepada Al-Arabi bahwa individu-individu bersenjata yang loyal kepada rezim Assad telah menewaskan 100 anggota pasukan keamanan pemerintahan sementara Suriah. Sekitar 125 warga sipil Suriah di pinggiran Latakia, Tartus, dan Hama juga tewas di tangan pasukan keamanan pemerintah sementara Suriah.
SOHR menegaskan bahwa pasukan keamanan pemerintah sementara Suriah telah melakukan eksekusi lapangan secara luas di provinsi Latakia dan Tartus. Lebih dari 50 warga sipil Suriah kehilangan nyawa akibat eksekusi tanpa pengadilan yang dilakukan oleh pasukan keamanan tersebut.


