Para Peziarah Menghormati Para Martir Wanita dari Front Perlawanan di Makam Imam Ridha

Teheran, Purna Warta – Sebuah program budaya-keagamaan yang dihadiri oleh 120 jemaah wanita dari Asia Barat diadakan di makam suci Imam Reza (AS) untuk memperingati hari kesyahidan Hazrat Ruqayyah (SA) dan memberi penghormatan kepada para martir perempuan dan gadis dari Front Perlawanan.

Acara “Ruqayyah Tidak Sendirian” diadakan pada tanggal 20 Juli di makam suci Imam Reza (AS) di Mashhad, dengan partisipasi jemaah wanita dari Irak, Suriah, Lebanon, Oman, dan komunitas berbahasa Arab yang tinggal di Iran.

Upacara tersebut bertujuan untuk memperingati Hazrat Ruqayyah (SA), putri muda Imam Hussein (AS), dan menyoroti hubungan antara pesan Ashura dan pengorbanan, penderitaan, serta perlawanan para gadis dan perempuan yang gugur sebagai martir dari Front Perlawanan, khususnya para siswi martir dari Iran, Lebanon, dan wilayah lain.

Selama acara tersebut, seorang pembicara dari Lebanon menyinggung status Hazrat Ruqayyah (SA) dalam budaya Ashura, menekankan peran perempuan dan gadis dalam melestarikan nilai-nilai perlawanan dan menyampaikan pesan Karbala.

Program tersebut juga menampilkan nyanyian keagamaan, pidato penghormatan, dan pembacaan puisi yang dibawakan oleh peserta perempuan.

Puncak acara tersebut adalah kehadiran para pengiring dari makam suci Hazrat Zaynab (SA) dan Hazrat Ruqayyah (SA), yang membawa bendera suci dari kubah Makam Hazrat Zaynab (SA), melambangkan persatuan dan solidaritas di antara para pengikut Ahl al-Bayt (AS) di berbagai negara.

Acara tersebut diakhiri dengan penekanan pada melanjutkan jalan yang ditempuh Hazrat Ruqayyah (SA) dalam membela nilai-nilai agama dan kemanusiaan serta menghormati kenangan para martir perempuan dari Front Perlawanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *