Panglima Al-Quds: Riyadh Diharapkan Mengakhiri Pengepungan di Yaman dan Mendukung Palestina

Teheran, Purna Warta – Komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menekankan bahwa Arab Saudi harus menghapus blokade yang telah berlangsung hampir 12 tahun di Yaman.

Brigadir Jenderal Esmaeil Qa’ani mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam bahwa pemerintah Saudi perlu mengambil pelajaran dari “tindakan tidak bijaksana dan merugikan” Amerika Serikat, dan mengakhiri blokade yang diberlakukan terhadap negara Muslim berpenduduk lebih dari 38 juta orang.

Dia mencatat bahwa umat Islam di seluruh dunia mengharapkan Arab Saudi, sebagai Penjaga Dua Masjid Suci, untuk menggunakan kekuatan dan sumber dayanya, dan mendukung rakyat Palestina dan menghadapi kekejaman rezim Israel, daripada melakukan tindakan agresi dan tekanan terhadap “negara Muslim yang tertindas.”

Komandan Pasukan Quds IRGC menggarisbawahi bahwa upaya untuk menyelamatkan warga Palestina yang tertindas di Jalur Gaza yang terkepung dan dilanda perang adalah suatu kehormatan, dibandingkan dengan kelanjutan pengepungan terhadap negara Yaman yang tangguh.

Pada tanggal 26 Maret 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan blokade terhadap Yaman, menandai dimulainya perang komprehensif, yang didukung secara militer, politik, dan logistik oleh Amerika Serikat dan berbagai negara Barat.

Perang ini telah memakan korban jiwa puluhan ribu warga Yaman, dan gagal mencapai tujuan utamanya, yakni mengembalikan rezim Yaman sebelumnya yang bersekutu dengan Riyadh.

Setelah gencatan senjata lemah yang ditengahi oleh PBB pada tahun 2022, Amerika Serikat, Inggris, dan rezim Israel melancarkan berbagai serangan besar-besaran di Yaman. Serangan tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Sana’a dalam melakukan serangan solidaritas terhadap sasaran Israel sebagai pembalasan atas perang genosida yang dilakukan Tel Aviv di Jalur Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *