Operasi Rudal Hizbullah Berlanjut di Utara Palestina yang Diduduki

Hizbullah 1

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Al Jazeera, Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan permukiman Zionis Kiryat Shmona untuk ketujuh kalinya melalui serangan rudal.

Berdasarkan laporan tersebut, para pejuang perlawanan juga menggempur markas militer Mount Hermon Military Base serta lokasi berkumpulnya pasukan dan peralatan militer tentara rezim Zionis di kawasan perbatasan Jdeideh Marjeyoun–Mais al-Jabal border area dengan sejumlah roket.

Dalam bagian lain laporan lapangan, Hizbullah menyatakan bahwa dalam dua hari terakhir mereka telah meledakkan beberapa perangkap bahan peledak di jalur yang dilalui buldoser militer Israel di kawasan Taybeh Project area, serta di lokasi berkumpulnya tentara musuh di permukiman Aitaroun.

Secara bersamaan dengan serangan tersebut, Channel 12 melaporkan, dengan mengutip perusahaan kereta api Israel, bahwa serpihan rudal yang jatuh telah menyebabkan kebakaran di kompleks operasional dan perawatan kereta di wilayah utara Palestina yang diduduki.

Sementara itu, Komando Front Dalam Negeri Israel melaporkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di wilayah Rosh HaNikra serta sejumlah permukiman lainnya di kawasan Western Galilee, yang menunjukkan berlanjutnya gelombang serangan rudal dari wilayah Lebanon.

Laporan Media Internasional tentang Eskalasi di Front Lebanon

Sejumlah media internasional juga melaporkan meningkatnya intensitas serangan di front utara antara Hizbullah dan Israel.

Menurut laporan Reuters, tentara Israel meningkatkan tingkat kesiagaan di wilayah Galilea setelah sejumlah roket ditembakkan dari Lebanon menuju wilayah utara Israel.

Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa militer Israel membalas serangan tersebut dengan serangan artileri dan udara yang menargetkan beberapa posisi yang diduga milik Hizbullah di Lebanon selatan.

Di sisi lain, laporan BBC News menyebutkan bahwa konfrontasi yang terus berlanjut di perbatasan Lebanon–Israel menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *