OKI Menyerukan Pertanggungjawaban Dan Keadilan Atas Kejahatan Israel Di Gaza

Riyadh,  Purna Warta – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk kejahatan Israel yang terus berlanjut terhadap warga Palestina, termasuk serangan mematikan baru-baru ini terhadap upacara pernikahan di sebuah sekolah yang menampung pengungsi sipil di Kota Gaza.

Baca juga: Rusia Mendesak Kepala IAEA Untuk Mengambil Sikap Netral Terhadap Iran

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, OKI menggambarkan pembantaian warga Palestina oleh Israel di Jalur Gaza yang terkepung sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional.

OKI menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengakhiri kejahatan dan pelanggaran Israel dengan menetapkan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng, memastikan akses yang memadai dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan, dan penarikan pasukan pendudukan dari Gaza.

Badan beranggotakan 47 orang ini, yang dikenal sebagai suara kolektif dunia Muslim dengan kantor pusat di Jeddah, juga menekankan perlunya mengaktifkan mekanisme peradilan pidana internasional untuk menuntut dan meminta pertanggungjawaban pejabat Israel yang terlibat dalam kejahatan keji ini.

Baca juga: WHO Peringatkan Risiko Kelaparan di Gaza Tetap Rapuh di Bawah Blokade Rezim Israel

Jumat malam lalu, pasukan Israel menembaki sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat perlindungan di lingkungan Al-Tuffah di timur Kota Gaza, menyebabkan tujuh warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka.

Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menggambarkan pembantaian itu sebagai “pelanggaran yang jelas dan baru” terhadap perjanjian gencatan senjata. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 400 warga Palestina telah tewas dan lebih dari seribu terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *