Menlu Iran: Iran Tetap Teguh dalam Perlawanan Meski Ada Tekanan

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk melakukan perlawanan dan menjaga kemerdekaannya meskipun ada tekanan yang meningkat, dengan mengatakan bahwa negara tersebut telah memilih untuk berdiri teguh daripada tunduk pada penindasan dan paksaan.

Berbicara pada acara bertajuk “Muharram dan Asyura dalam Cermin Dokumen Kementerian Luar Negeri”, yang diadakan di Institut Studi Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri di Teheran pada hari Minggu, Araqchi mengatakan pemberontakan Asyura merupakan model abadi perlawanan terhadap penindasan, penyimpangan dan korupsi serta membela martabat manusia.

Dia mengatakan upacara Muharram dan Asyura tahun ini di Iran mengambil karakter yang berbeda menyusul serangan tidak adil terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, yang mengakibatkan banyak orang Iran menjadi martir.

Araqchi mengatakan rakyat Iran menyaksikan kemartiran banyak orang, termasuk anggota Angkatan Bersenjata dan warga sipil, namun “berdiri teguh dan berani demi martabat dan kemerdekaan mereka,” menunjukkan bahwa mereka telah menghayati pesan Asyura.

Menteri mengatakan negara-negara yang menghadapi momen-momen menentukan sepanjang sejarah harus memilih antara menyerah pada penindasan atau mempertahankan nilai-nilai dan cita-cita mereka, bahkan dengan mengorbankan nyawa mereka.

Merujuk pada warisan Imam Hussein (AS), Araqchi mengatakan keberanian diukur bukan dari penaklukan tetapi dari kesiapan berkorban untuk mempertahankan prinsip seseorang. Ia mengutip prinsip bahwa “kematian yang bermartabat lebih terhormat daripada kehidupan yang penuh penghinaan,” dan menggambarkannya sebagai logika perlawanan yang bertahan lama.

“Dengan pemahaman ideologis dan, tentu saja, strategis ini, Iran telah teguh pada komitmennya terhadap perlawanan meskipun ada semua tekanan dan, Insya Allah, akan terus teguh,” tegas Araqchi.

Dia menambahkan bahwa Iran saat ini “berdiri melawan badai ketidakadilan dan penindasan” dan mengatakan negara tersebut akan tetap berkomitmen pada pengorbanan yang dilakukan demi kemerdekaan dan martabatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *