Menhan Iran Peringatkan Respons Keras Iran terhadap Serangan Apa Pun

Teheran, Purna Warta – Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh membalas rekannya dari Amerika karena mengancam Iran, memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan memicu respons keras yang akan mencakup senjata Iran yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Baca juga: Juru Bicara Iran: Iran Berhak Atas Energi dan Pengayaan Nuklir

Dalam komentarnya pada Minggu malam, menteri pertahanan Iran menepis retorika rekannya dari AS tentang tindakan militer terhadap Iran, menasihati menteri pertahanan AS yang masih baru itu untuk mempelajari sejarah Revolusi Islam guna menyadari bahwa ia tidak dapat berbicara kepada Iran dengan bahasa ancaman.

Jika perang dipaksakan kepada Iran, negara itu akan menggunakan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya, Jenderal Nasirzadeh memperingatkan.

“Republik Islam Iran memiliki banyak cadangan (senjata) di kota-kota rudalnya. Jika terjadi perang yang dipaksakan (terhadap Iran), Iran akan menggunakannya untuk menyerang target di seluruh kawasan tanpa ragu atau pertimbangan,” kata menteri tersebut.

Menteri pertahanan tersebut menekankan bahwa Iran tidak merasa bermusuhan terhadap negara-negara tetangga dan menjaga hubungan persaudaraan dengan mereka, tetapi mencatat bahwa setiap serangan militer terhadap Iran akan mengubah pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara kawasan tersebut menjadi target yang sah.

Republik Islam Iran tidak pernah memulai perang dan tidak akan memulai pertempuran di masa mendatang, Menhan itu menekankan, namun memperingatkan bahwa Iran akan berikan respons keras setiap serangan militer.

Jika perang dimulai oleh AS atau rezim Zionis, Iran akan menyerang pangkalan-pangkalan, pasukan, dan kepentingan mereka di mana pun mereka berada dan kapan pun dianggap perlu, tegasnya, seraya mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan terus meningkatkan kemampuan pasukan darat, udara, dan laut Iran.

Baca juga: Araqchi: Kesepakatan Dapat Dicapai Melalui Diplomasi

Ia lebih lanjut menunjuk pada perkembangan regional terkini dan menolak tuduhan terhadap Iran menyusul serangan rudal Yaman terhadap rezim Israel.

“Yaman adalah negara merdeka karena mereka membuat keputusan sendiri. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Republik Islam Iran. Saya sarankan AS untuk menghindari menciptakan krisis di kawasan itu, karena Republik Islam Iran tidak bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Amerika karena pergerakan kapal induk di Laut Merah,” kata Jenderal Nasirzadeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *