Teheran, Purna Warta – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mendesak negara-negara muslim untuk mengambil tindakan nyata terhadap kejahatan Israel dan membentuk “ruang operasi gabungan” untuk melawan agresi rezim Zionis dan melindungi Muslim yang tertindas di Palestina.
Baca juga: Iran, India dan Uzbekistan Gelar Perundingan Trilateral tentang Pemberantasan Ekstremisme
Dalam sebuah unggahan berbahasa Arab di akun X miliknya pada hari Sabtu, Larijani mengkritik pemerintah-pemerintah Islam karena tidak bertindak, dengan mengatakan bahwa konferensi yang penuh retorika tetapi tanpa hasil praktis sama saja dengan memberi rezim Zionis lampu hijau baru untuk melakukan serangan.
“Peringatan bagi Pemerintah-pemerintah Islam! Mengadakan konferensi Organisasi Kerja Sama Islam yang penuh dengan pidato tanpa hasil praktis (seperti yang terjadi dalam pertemuan Dewan Keamanan) pada kenyataannya sama saja dengan mengeluarkan perintah agresi baru yang menguntungkan entitas Zionis!” ujarnya. “Setidaknya, bentuklah ‘ruang operasi bersama’ untuk melawan kegilaan entitas ini,” ujar Larijani.
“Keputusan seperti itu saja sudah cukup untuk meresahkan para penguasa rezim ini dan memaksa mereka, dengan tergesa-gesa, untuk mengubah perintah mereka dengan dalih ‘perdamaian global’ dan ‘Hadiah Nobel’!” tambah pejabat Iran itu. “Dan karena kalian tidak berbuat apa pun untuk kaum Muslim yang kelaparan dan tertindas di Palestina, setidaknya ambillah keputusan sederhana untuk menghindari kehancuran kalian sendiri!” kata Larijani, berbicara kepada negara-negara Muslim.
Baca juga: Araqchi Peringatkan EU3 tentang Mekanisme Snapback
Doha akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat para pemimpin Islam dan Arab pada hari Minggu dan Senin, yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Arab, untuk berfokus pada penggalangan dukungan bagi Qatar dan mengutuk kejahatan rezim Zionis.
Rezim Israel pada 9 September menyerang pimpinan Hamas di ibu kota Qatar, sebuah tindakan agresi yang telah menuai kecaman internasional yang luas.
Hamas mengonfirmasi bahwa lima anggotanya, termasuk putra pemimpin senior Khalil al-Hayya, gugur dalam serangan tersebut. Seorang anggota pasukan keamanan Qatar juga tewas.


